Kategori

KISAH NYATA !!! MENGHARUKAN .... PUTRI RAJA ARAB YANG SAUDI YANG BERAKHIR DENGAN HUKUMAN RAJAM,,!!!

By On September 09, 2016

Medianda – Sahabat media Saudi Arabia ialah suatu Negara dimana tidak ada bioskop, teater, taman, tempat wanita dan pria bertemu dan bermain bersama. Bank pun disediakan yang khusus untuk wanita, restoran juga dibagi jelas antara area pria single dan area keluarga,dll. Memang Saudi Arabia sangat ketat untuk wanita. Seperti kisah anak raja arab berikut ini.



Pasangan bisa hidup bersama hingga maut memisahkan. Namun, hubungan antara pria dan wanita diatur secara ketat dalam Islam. Tujuannya ialah agar hubungan lelaki dan perempuan tetap sesuai dengan kaidah agama dan etika kesopanan.

Hukum Islam ini ditegakan dengan tegas di negara¬negara tertentu seperti misalnya Arab Saudi. Arab merupakan negara yang terkenal paling ketat membuat peraturan agar pria dan wanita tidak saling berbaur dan berzina.

Saudi akan menghukum siapa saja yang melakukan zina dengan hukuman Rajam. Hukuman ini tanpa pandang bulu. Ini dibuktikan sendiri oleh Saudi saat seorang putri kerajaan yakni Misha’al binti Fahd al Saud yang merupakan Putra Muhammad bin Abdulaziz, kakak Raja Khalid bin Abdulaziz Al Saud.

Misha’al adalah merupakan perempuan muda yang berjiwa bebas dan jujur. Seisi istana sayang dengannya. Keluarga kerajaan menyukai dia. Misha’al ialah gadis yang senang menuntut ilmu dan terpelajar.

Misha’al mendapatkan bantuan dari keluarga Arab untuk belajar sampai ke seluruh penjuru dunia. Semua diberikan oleh kerajaan pada gadis tersebut. Hingga suatu ketika, dia menuntut ilmu ke Libanon. Misha’al yang sudah cukup umur dan jiwa muda yang membara, bukan hanya untuk menuntut ilmu semata, akan tetapi juga jatuh cinta. Perempuan ini bertemu dengan seorang pemuda Lebanon bernama Khaled al¬Sha’er Mulhallal. Sebut saja dia Mulhallal.

Benih¬benih Cinta Terlarang Putri Arab Saudi Perasaan di antara Misha’al dan Mulhallal makin mengembang dari hari ke hari. Pemuda yang telah membuat putri Arab Saudi itu jatuh cinta, sesungguhnya ialah keponakan dari Duta Besar Arab Saudi di Lebanon.

Namun sungguh, dia memang bukan siapa¬siapa bila dibandingkan dengan status Putri Misha’al. Di sisi lain, keluarga kerajaan sudah menjodohkan sang putri dengan pria yang sederajat. sebab menganggap kalau gadis itu sudah cukup umur untuk menikah. Keinginan Misha’al belajar ke Lebanon, sebenarnya hanya usaha melarikan diri dari perjodohan tersebut. Namun cinta memang tidak memandang latar belakang.

Misha’al terlanjur dimabuk cinta oleh pesona Mulhallal yang juga menuntut ilmu di Lebanon. Cinta membuatnya lupa segalanya. Lupa kalau dia seorang putri raja, lupa perjodohan, lupa keluarga. Dan cinta itu, menggiring nasib keduanya pada maut yang buruk. Sudah jelas jika cinta Misha’al dan Mulhallal tidak akan disetujui oleh keluarganya.

Pria Ini Diputusin Sebab Jadi Pegawai Semen, Tapi Setelah Menjadi Bos 25 Tahun Kemudian, Dia Lakukan Hal Ini Kepada Mantannya…

Sang putri dan lelaki yang dicintainya merancang untuk melarikan diri. Perempuan itu memalsukan kematiannya, seolah¬olah ia mati tenggelam dan tubuhnya tidak ditemukan. Taktik ini digunakan untuk mengulur waktu.

Sehingga ia bisa menyamar ke bandara sebagai seorang pria, meninggalkan tanah airnya untuk hidup bersama pria yang ia cintai selama¬lamanya.

Namun sayang, akhirnya ia tertangkap di Bandaraya Jeddah. Alarm di Bandara berbunyi nyaring. Mishaal ‘digerebek’ banyak sekuriti. Saat itu ada pemuda yang sempat berusaha menyelamatkannya, namun sayang mereka dikepung terlalu banyak penjaga. Para penjaga memisahkan mereka hingga berurai air mata, konon pemuda itu ialah Mulhallal. Akhirnya sang putri dikembalikan ke keluarganya.

Dan yang lebih mengerikan, hukuman berat telah menanti mereka. Usaha Keluarga Menyelamatkan Sang Putri Sebab tuduhan perzinahan perlu 4 orang saksi laki¬laki dan kesaksian diri dengan 3 kali mengucapkan ‘Saya berzina’. Hukuman Mati Kasus Misha’al sebenarnya masih bisa ditutupi.

Keluarga berusaha melindunginya.Sang raja membujuknya dengan meminta Misha’al untuk tidak mengaku apa¬apa agar selamat dari hukuman, yang penting ia tidak bertemu lagi dengan Mulhallal. Sebab jika ia mengaku, tidak seorangpun, bahkan datuknya sendiri, bahkan raja sekalipun, yang bisa menolongnya. Namun sepertinya cinta itu sudah terlalu dalam.

Putri menolak melindungi dirinya sendiri, apalagi mengingkari cintanya pada Mulhallal selama ini. Misha’al kembali ke persidangan dengan tiga kali mengucap, “Aku telah melakukan zina. Aku telah melakukan zina. Aku telah melakukan zina.” Maka dijatuhkanlah eksekusi mati kepada sang putri, begitu pula dengan kekasihnya.

Eksekusi mati Misha’al dan Mulhallal terjadi di tahun 1977, tanggal 15 Juli di taman Gedung Ratu Arab Saudi. Meski ia punya status yang tinggi, ia tetap diperlakukan sebagaimana terpidana mati. Kedua mata Misha’al ditutup, ia juga disuruh berlutut dan dieksekusi atas instruksi langsung dari sang kakek. Ini dilakukan sebab Misha’al dianggap telah mencoreng kehormatan keluarga, sebab semestinya dia menikah dengan pria yang dijodohkan dengannya.

Mulhallal melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kekasihnya menghadapi siksaan eksekusi. Hukuman bagi wanita yang dituduh zina ialah hukum rajam. Prosesi rajam dilakukan dengan cara tubuh ditanam berdiri di dalam tanah setinggi dada, lalu dilempari batu hingga mati. Tidak terbayang bagaimana rasa sakitnya. Tapi begitulah hukum yang berlaku di negeri itu.

Akan tetapi tidak lama lagi, dia sendiri juga akan menghadapi kematiannya. Sebuah pedang telah ditempelkan di lehernya dan dia pun sudah siap dieksekusi. Sayangnya, algojo yang melakukan eksekusi bukan profesional sehingga kepala Mulhallal tidak bisa putus dengan sekali tebasan. Jadi,kematian itu bisa dibayangkan bagaimana sakitnya.


Rumor Kematian Ada isu yang beredar bahwa perempuan yang dieksekusi itu bukanlah sang putri sebab dia bagaimanapun ialah keluarga kerajaan. Bisa dipastikan keluarga kerajaan yang begitu sayang dengan Misha’al takkan sampai hati membunuh dia. Tapi hanya keluarga kerajaan saja yang tahu semuanya.

Setelah hukuman eksekusi ini, peraturan tentang wanita yang ada di Arab semakin ketat. Raja menambah penjagaan di beberapa fasilitas umum dimana pria dan wanita sering bertemu. Kisah nyata tentang putri Saudi ini diflmkan dengan judul Death of a Princess. Banyak kontroversi mengiringi film ini

Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi siapa saja.





Sumber:Tausiah-pedia.blogspot.com

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==