Kategori

Wali Kota Lubuk Linggau Pimpin Rapat Rencana Revitalisasi Pasar Bukit Sulap dan Pasar Satelit

By On Juli 14, 2026



Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, memimpin rapat pembahasan rencana revitalisasi Pasar Bukit Sulap dan Pasar Satelit di Op Room Dayang Torek Lantai 3 Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Selasa (14/7/2026).


Dalam rapat tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa revitalisasi pasar merupakan komitmen Pemerintah Kota Lubuk Linggau untuk memulihkan, memperbaiki, dan memodernisasi pasar tradisional atau pasar rakyat secara menyeluruh. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat.


Beberapa aspek yang menjadi fokus revitalisasi meliputi perbaikan bangunan pasar, penataan tata letak kios, peningkatan sanitasi, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta penyediaan area parkir yang memadai. Selain pembenahan fisik, Pemkot juga berupaya meningkatkan omzet pedagang dengan menciptakan lingkungan belanja yang lebih menarik, mendorong digitalisasi transaksi agar lebih praktis, serta memperbaiki tata kelola pasar, sistem pelayanan, keamanan, dan budaya berdagang.


Menurut H Rachmat Hidayat, revitalisasi pasar tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dan kepentingan masyarakat.


"Revitalisasi yang kita lakukan harus benar-benar merakyat, bukan hanya terstruktur secara fisik, tetapi juga menjadi sebuah ekosistem sosial. Revitalisasi harus ramah masyarakat, bertujuan memperindah wajah kota, menguntungkan pedagang, memberikan kenyamanan bagi pengunjung, serta didukung tata kelola yang jelas dan lebih terarah," ujarnya.


Rapat juga membahas rencana relokasi pedagang yang akan dilakukan apabila revitalisasi dimulai. Wali Kota menekankan bahwa proses tersebut harus mengedepankan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan melibatkan seluruh pihak agar tidak menimbulkan polemik maupun konflik di tengah masyarakat.


Ia menyampaikan, revitalisasi Pasar Bukit Sulap dan Pasar Satelit direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 hingga 2028. Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkot akan membentuk satuan tugas (satgas) terpadu yang bertugas mengawal proses revitalisasi dan relokasi pedagang.


Selain itu, pemerintah juga akan segera menyusun masterplan pembangunan pasar serta melakukan pendataan pedagang secara aktual agar program revitalisasi berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.


"Keinginan kita ke depan, anggaran yang digunakan benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga setelah revitalisasi selesai, pemanfaatan pasar dapat segera direalisasikan. Semoga niat kita untuk menata kota menjadi lebih baik dapat terlaksana secara maksimal tanpa kendala apa pun," harapnya.


Wali Kota Lubuk Linggau Tinjau MPLS di SMAN 1, Tekankan Karakter dan Bahaya Narkoba

By On Juli 13, 2026

 


Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Kota Lubuk Linggau, Jalan Garuda, Kelurahan Pelita Jaya, Senin (13/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Asisten I H. Heri Zulianta, Inspektur Inspektorat Erwin Armeidi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Achmad Asril, Kepala Dinas Kominfo Ervan Affansyah, Kasat Pol PP Fahrijal Raharja, Kepala Dinas Perhubungan Hendra Gunawan, serta sejumlah pejabat lainnya.

Di hadapan para peserta didik baru, Wali Kota menyampaikan bahwa upacara merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana belajar.

Ia juga mengajak seluruh siswa dan siswi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba demi menjaga masa depan yang lebih baik.

"Masa depan bangsa ada di tangan kalian. Selamat datang kepada seluruh peserta didik baru. Saya juga mengapresiasi pihak SMAN 1 yang mengedepankan MPLS yang ramah anak, edukatif, inspiratif, menyenangkan, dan bermakna. Saya yakin peserta didik baru ini adalah anak-anak terpilih yang akan menjadi harapan bangsa di masa yang akan datang," tegas Wali Kota.

Wali Kota Lubuk Linggau Lantik Pengurus LLI Masa Bakti 2026–2031

By On Juli 13, 2026

 


Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, melantik dan mengukuhkan Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kota Lubuk Linggau masa bakti 2026–2031 di Hotel Dewinda, Senin (13/7/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota H. Rustam Effendi, Sekda H. Trisko Defriyansa, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam pelantikan yang mengusung tema "Lansia Sehat, Linggau Juara", H. Edi Suherman resmi dikukuhkan sebagai Ketua LLI Kota Lubuk Linggau periode 2026–2031.

Usai dilantik, H. Edi Suherman menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen menjadikan LLI sebagai wadah perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui program kesehatan, pemberdayaan, serta perlindungan sosial agar para lanjut usia tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat.

Sementara itu, Wakil Ketua I LLI Provinsi Sumatera Selatan, H. Haidir Kalingi, menekankan pentingnya sinergi antara LLI, pemerintah, dan berbagai pihak dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia serta mewujudkan kesejahteraan lansia.

Dalam sambutannya, Wali Kota H. Rachmat Hidayat mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Lubuk Linggau untuk menjalankan berbagai program yang berpihak kepada lansia.

"Pemerintah Kota Lubuk Linggau akan terus mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para lansia sebagai bagian dari mewujudkan visi Linggau Juara," tegas Wali Kota.

Wakil Wali Kota Buka MPLS di SMAN 5, Ajak Siswa Semangat Belajar

By On Juli 13, 2026



Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 5 Kota Lubuk Linggau, Senin (13/7/2026).

Dalam sambutannya, H Rustam Effendi menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial untuk menyambut siswa baru, tetapi menjadi momentum penting bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami tata tertib, serta menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, gotong royong, dan saling menghormati. Ia berharap seluruh rangkaian MPLS dapat berlangsung dengan aman, ramah, menyenangkan, edukatif, serta bebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan. "Senangi sekolah ini dan nikmati. Kalau sekolah disenangi dan dinikmati, kita akan semangat belajar," pesan Rustam kepada para siswa. Ia juga berpesan kepada para guru agar mendidik dan membimbing peserta didik dengan sepenuh hati sehingga kelak menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa.

 Wali Kota Lubuk Linggau Tinjau Pasar, Pastikan Penataan dan Revitalisasi Berjalan Bertahap

By On Juli 10, 2026



Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau melaksanakan kegiatan gotong royong di UPT Pasar Satelit, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Lubuk Linggau dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, nyaman, dan tertata sebagai pusat aktivitas perekonomian masyarakat.

Usai gotong royong, Wali Kota H. Rachmat Hidayat melanjutkan peninjauan ke Pasar Bukit Sulap. Dalam kesempatan itu, ia menyapa langsung para pedagang sekaligus memberikan sosialisasi mengenai rencana penataan kawasan pasar dan relokasi pedagang ke lokasi yang lebih representatif.

Menurut wali kota, penataan pasar dilakukan untuk mewujudkan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, nyaman, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun para pedagang.

Pemerintah Kota Lubuk Linggau juga telah merencanakan revitalisasi Pasar Bukit Sulap sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pasar tradisional. Melalui program tersebut, sejumlah bangunan dan lapak pedagang akan ditata ulang agar lebih rapi dan mendukung aktivitas jual beli.

"Perencanaan pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, penataan pasar akan dilakukan secara bertahap agar prosesnya berjalan dengan baik," ujar H. Rachmat Hidayat.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkot Lubuk Linggau berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang akan mengawal proses penataan pasar. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh pedagang guna memastikan proses relokasi berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

Dalam rencana penataan tersebut, para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Inpres juga akan dipindahkan ke Pasar Bukit Sulap. Langkah ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi kawasan pasar agar lebih tertata, representatif, serta mampu meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang berbelanja.

Kisah Rumah Tangga: Seperti Apa Istrimu adalah Cerminan Dirimu Sendiri

By On April 22, 2021


 

Jika Keburukan yang Suami Tanam Pada Istri, Maka Keburukan Pula yang Akan Ia Panen

Ketika seorang suami tak lagi mencerminkan sikap baik terhadap istrinya maka balasan yang sama pun akan ia dapatkan dari sang istri,,


Kisah ini diambil dari salah satu postingan akun Facebook @ponpesonline yang menjelaskan sebuah kisah rumah tangga antara sepasang suami istri yang amat tak harmonis, sang suami menuntut agar istrinya bersikap baik sedangkan dirinya sendiri sama sekali tak mencerminkan sikap demikian.

Seorang teman merasa istrinya semakin lama semakin egois dan kasar. Karena itu, mereka bertengkar setiap hari. Saking seringnya bertengkar, lelaki ini memiliki selingkuhan. Akhirnya, mereka bercerai dan sang suami menikah lagi dengan selingkuhannya. Sang mantan istripun tak lama kemudian menikah lagi.

Mereka masih belum dikaruniai anak. pernikahan baru keduanya masing masing berjalan dengan sangat lancar. Tetapi setelah menikah, istri baru dari lelaki ini semakin lamapun kelembutannya semakin pudar. Rumah tangga mereka berakhir sama seperti yg dulu, sedikit sedikit bertengkar. Istri barunya bahkan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, teman saya terpaksa membersihkan rumah sendiri.

Teman saya merasa nasib dia tidak baik, mengapa ia selalu memilih istri yg kurang baik, setiap hari ia mengeluh. Sampai suatu hari, di suatu acara makan malam ia secara kebetulan bertemu dengan suami baru mantan istrinya. Pada awalnya kedua lelaki ini tidak berbicara apa apa, tetapi setelah saling menyapa merekapun minum bersama.

Akhirnya teman saya tak bisa menahan diri lagi dan bertanya bagaimana keadaan rumah tangga mereka. Suami baru mantan istrinya ini tidak tampan, tetapi sangat teliti dalam berbicara.

Ia berkata, “Istri saya adalah wanita yg sangat hebat, sangat perhatian dan lembut, ia mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa mengeluh. Juga sangat menyayangi saya, ia selalu bersikap baik ke orangtua, saudara, dan teman teman saya. Saatnya jujur dia akan jujur, saatnya butuh perhatian, dia akan memberi perhatian penuh. Wanita seperti ini, sudah sedikit sekali.”


Teman saya setelah mendengarnya merasa bingung, dan berpikir apa dia memang sebaik itu?. Mengapa dulu dia sama sekali tidak menyadarinya?. Pasti ini semua cuma bualan suami baru istrinya ini untuk membuat saya bingung. Tak lama kemudian, kebetulan sekali, teman saya pergi berbelanja ke supermarket dan melihat mantan istri dan suami barunya sedang berbelanja. Ia bersembunyi di samping dan memperhatikan, akhirnya ia menyadari pasangan itu benar benar bahagia.

Kebahagian itu bisa ia lihat dari senyuman mantan istrinya yg selalu bermekaran. Juga bisa dilihat dari pelukan lembut yg diberikan oleh lelaki di sampingnya itu.

Sebenarnya, di bermacam situasi, istri berubah menjadi malaikat atau berubah menjadi nenek sihir, semua tergantung pada lelaki. Didetik wanita memutuskan untuk menikah, ia juga memutuskan untuk menjalani hidup dengan baik bersama suaminya.

Walaupun dalam pernikahan, kesabaran merupakan suatu kebajikan, tetapi jika ada cinta maka ada toleransi. Saat anda merasa tidak puas dengan wanita anda, wanita pun tidak peduli lagi.


Jadi, jika anda menginginkan wanita baik seperti malaikat, terlebih dahulu perlakukan dia sebagai malaikat. Karena semua wanita di dunia yang sudah menjadi “istri seseorang” memiliki potensi menjadi malaikat.

Saat anda bisa melakukannya dengan baik, anda akan menyadari bahwa perubahan sikap anda dapat membentuk sesosok malaikat yg sempurna.

Cinta wanita muncul karena kasih sayang pria, Kebencian wanita muncul karena kebohongan pria; Keluhan wanita muncul karena kedinginan pria. Kebahagiaan wanita muncul karena kehangatan pria. Kecantikan wanita muncul karena dimanjakan pria. Kerusakan wanita adalah hutang pria.

Wanita adalah sebuah piano, jika bertemu dengan seorang pianis handal, suara yg dihasilkan adalah lagu kelas dunia, jika dimainkan oleh orang biasa, maka akan menghasilkan lagu pop, tetapi apabila dimainkan oleh orang sembarangan, pasti tidak akan membentuk sebuah lagu.




sumber : wajibbaca.com

Kejamnya Riba, Pinjam ke Bank 120 Juta, Kehilangan Rumah Seharga 800 Juta

By On April 22, 2021


 

KEHILANGAN RUMAH SEHARGA 800 JUTA AKIBAT KEPINCUT RIBA

Di usia senjanya Sofyan tak pernah menyangka bakal terusir dari rumahnya sendiri. Rumah yang berada di pinggir Jl Raya Kuningan-Cirebon itu telah dilelang oleh pihak bank...


Dengan alasan Sofyan menunggak pembayaran cicilan pinjaman hingga beberapa bulan. Kini Sofyan mengontrak sebuah rumah di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.


Pagar besi rumah Sofyan Nampak seperti kurang terurus. Masih di halaman itu, ada sebuah toko servis dinamo yang dipakai Sofyan mencari nafkah. Sejumlah warga yang tengah membetulkan dynamo duduk di kursi kayu yang ada di depan toko.


Sofyan sendiri mempersilakan Radar untuk masuk ke dalam rumahnya yang berlantai keramik putih. Sehelai karpet terhampar di ruang tamu.


Tak ada kursi dan peralatan rumah tangga lainnya. Sofyan mengaku jika peralatan rumah tangganya sudah diangkut ke rumah kontrakan setelah mendapat surat perintah pengosongan.


Pria paruh baya tersebut tak menyangka, jika rumah seluas 25 bata yang dibelinya dengan cucuran keringat beberapa tahun lalu itu harus berpindah tangan dengan cara yang menyakitkan.


Dia juga menyesal tak cermat ketika melakukan pembayaran cicilan, sehingga akhirnya harus kehilangan rumah yang sangat strategis lantaran berada di jalur utama.


“Saya sebenarnya tidak ikhlas harus kehilangan rumah karena dianggap tidak mampu melunasi pinjaman. Tapi rumah ini sudah dilelang sejak Februari tahun lalu,” papar Sofyan kepada Radar dengan suara parau.


Dia menceritakan peristiwa yang tak mungkin hilang dari ingatannya selama masih hidup. Semua itu berawal saat tahun 2012 silam.

Kala itu, dia terjerat penawaran manis dari seorang marketing sebuah perbankan yang menawarkan pinjaman yang prosesnya cukup mudah.

Setelah beberapa kali bertemu dengan marketing tersebut, akhirnya dia memutuskan meminjam uang untuk kepentingan usaha yang tengah digelutinya.


“Awalnya ada marketing yang datang menawarkan pinjaman dengan proses cepat dan mudah. Meski semula tidak tertarik, namun karena sering ditawari akhirnya saya kepincut,” ujarnya.


Sofyan mengajukan pinjaman sebesar Rp120 juta. Dalam perjanjian dengan pihak bank, Sofyan diberi masa tenor selama lima tahun atau sampai 2017. Dalam perjanjian itu juga disebutkan nominal cicilan yang harus dibayar Sofyan yakni Rp3.650.000 per bulannya.


Kejamnya Riba, Pinjam ke Bank 120 Juta, Kehilangan Rumah Seharga 800 JutaSebagai jaminan atas pinjamannya, Sofyan menyerahkan sertifikat rumahnya. Tahun pertama, dan kedua pembayaran cicilan berlangsung lancar.


Memasuki tahun ketiga, usaha yang ditekuni Sofyan kurang menguntungkan sehingga berimbas terhadap upayanya membayar ke bank. Akhirnya pembayaran cicilan juga mulai tersendat.


Kendati begitu, Sofyan tetap berusaha membayar kewajibannya ke pihak bank. Dia juga berusaha meminta keringanan kepada pihak bank untuk memperpanjang masa tenor hingga 9 tahun.


Permintaan tersebut disetujui pihak bank, dan itu membuat hatinya lega. Setiap bulannya, dia menyerahkan uang cicilan pinjaman ke kolektor yang datang ke rumahnya.


“Karena usaha saya kurang bagus, pembayaran memang sempat tersendat. Kemudian saya minta agar ada keringanan dalam jangka waktu mencicil. Dan permintaan itu disetujui hingga ada keringanan sampai 2019 untuk melunasi cicilan,” katanya.


Namun mendadak dia mendapat surat panggilan dari bank yang isinya pemberitahuan terkait ada tunggakan selama lima bulan yang belum dibayar. Dia kemudian berangkat ke bank untuk menyelesaikannya.


“Jumlah uang cicilan yang sudah saya bayar hampir mencapai Rp107 juta dari pinjaman Rp120 juta. Untuk melunasinya, saya sempat menawarkan rumah ke orang lain. Ada yang menawar Rp800 jutaan.


Tapi, saya tidak bisa menjual rumah lantaran sudah dilelang oleh bank. Saya hanya berharap agar eksekusi yang akan dilakukan ditunda, dan diberi kesempatan menjual rumah untuk melunasi utang. Hanya itu permintaan saya,” harapnya.




sumber : wajibbaca.com

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==