Kategori

Riuh FPI Rusak Kedai Tuak Berjualan di Bulan Ramadhan

By On April 30, 2020





Kedai tuak di Deli Serdang, Sumatera Utara, ditutup paksa oleh sekelompok orang. Keributan tersebut dipicu karena pengelola kedai itu tetap berjualan meski telah diingatkan untuk tutup sementara selama Bulan Ramadhan.
Video keributan itu viral di media sosial. Dalam video itu terlihat seorang wanita yang mempertahankan kedai miliknya saat diminta tutup oleh sekelompok orang. Dia mengatakan warung miliknya tetap buka untuk mencari makan sehari-hari.

"Pak, saya makan dari mana. Saya warga sini loh. Saya makan dari mana. Bapak ini bagaimana? Bisa Bapak kasih aku makan? Pak, bisa Bapak kasih aku makan?" kata wanita dalam video itu.


Wanita itu juga mengatakan telah menutupi warung miliknya agar tidak terlihat dari bagian luar. Wanita itu juga memprotes barang-barang miliknya yang akan diambil.

"Kan itu ditutup Pak. Kan katanya harus ditutup, saya tutup. Jangan bawa barang-barang itu, bisa kalian kasih saya makan?" katanya. Peristiwa itu disebut terjadi di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (28/4).

Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi mengatakan Ketua FPI setempat sebagai pihak diduga pemaksa kedai tutup sudah meminta maaf ke pemilik kedai.

"Sudah dua kali pertemuan di Polsek Batang Kuis sampai hari ini dan Ketua FPI Batang Kuis juga sudah membuat permohonan maaf secara tertulis dan tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Yemi.

Dia mengatakan pemilik kedai tuak itu juga sudah memaafkan para pelaku. Namun dia mengatakan pemilik kedai tetap membuat laporan polisi di Polresta Deli Serdang.

Pemilik kedai tuak, Lamria Manullang, membuat laporan pada Rabu (29/4). Laporan bernomor LP/209/IV/2020/SU/Resta-DS itu terkait dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

Yemi menyebut keributan itu dipicu oleh kedai tuak yang tetap buka saat Ramadhan. Menurutnya, kepala lingkungan setempat juga sudah mengingatkan pemilik kedai.

Selanjutnya

Ketua FPI Batang Kuis, Iskandar Ansor, menjelaskan awal mula keributan penutupan kedai tuak yang viral di media sosial. Dia menyebut pihaknya sudah sejak jauh hari meminta pihak kecamatan ataupun dusun setempat untuk mengingatkan agar kedai tersebut tidak menjual tuak saat Ramadhan.

"Jadi akhir bulan 3 (Maret) sebelum Ramadhan saya sudah koordinasi dengan Pak Camat sama kawan-kawan, ada hal yang perlu disampaikan. Tanggapan Pak Camat, akan berkoordinasi dengan Polsek, katanya. Mungkin kebetulan sibuk dengan COVID-19, entah lupa atau apa, saya ingatkan lagi pas sudah dekat Ramadhan, 10 hari sebelum Ramadhan saya ingatkan lagi. 'Pak, warung tuak itu masih buka, Pak Camat', 'Waduh saya kekurangan personel, tolong dibantu ingatkan pak' (kata Camat), Insyaallah saya bantu ingatkan," kata Iskandar.

Iskandar mengatakan dirinya kemudian mengirim surat ke kepala dusun setempat agar mengingatkan kedai tuak itu tidak menjual tuak selama Ramadhan. Menurutnya, perwakilan dari pemilik kedai tuak juga sudah bertemu dengannya dan meminta agar mereka tetap bisa berjualan tuak.

"Saya pakai jalur kepala dusun, sudah masuk Ramadhan mereka masih jualan tuak. Saya surati Kepala Dusun, Ramadhan kedua atau berapa, Kepala Dusun surati warung tuak itu, tebusannya Kepala Desa, Kapolsek, Camat, itu pagi mereka sampaikan tebusannya. Sorenya datang perwakilan dari warung tuak ke rumah saya, minta supaya jangan, tetap buka lah, mana bisa saya bilang," ucapnya.

"Jadi intinya kita nggak melarang kalau jualnya teh manis, kopi," sambung Iskandar.

Dia menyebut kedai tuak tersebut tetap berjualan. Iskandar mengatakan beberapa warga kemudian melakukan aksi penutupan yang kemudian berujung ribut dan viral.

"Diminta orang itu tutup hari ini, ya sudah saya bilang, makanya itu terjadi lah keributan," jelasnya.

Iskandar mengatakan dirinya sudah meminta maaf atas keributan yang terjadi. Dia mengatakan permintaan maaf itu sudah disampaikan secara lisan dan tulisan.

"Saya minta maaf, benar, secara lisan dan tulisan saya minta maaf atas keributan itu. Tapi kalau atas penutupan warung tuak itu saya tidak mau. Memang itu harus tutup," ujar Iskandar.

"Saya yang meminta maaf ke penjual tuak, saya yang minta maaf bukan karena menutup, tapi karena perusakan itu," sambungnya.






sumber : https://news.detik.com/berita/d-4998160/riuh-fpi-rusak-kedai-tuak-berjualan-di-bulan-ramadhan/2

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==