Kategori

Saat Pandemi Covid-19, Pentingnya Kolaborasi Antara Orang Tua, Anak, dan Guru di Rumah

By On April 16, 2020


Mendampingi anak belajar di rumah menjadi kegiatan yang dilakukan Puspa Ayu Damayanti (34) pada anaknya Satu Cinta Indonesiaku (6).

Sejak aturan belajar dari rumah ditetapkan pemerintah saat pandemi virus corona atau covid-19, ia melaporkan kegiatan Cinta kepada guru melalui pesan singkat WhatApps berbentuk video dan foto.

"Bahan ajar harus dikerjakan di rumah lalu disetorkan melalui video dan foto. Ada sesi video call antara guru dan siswa juga," ujar perempuan yang biasa disapa Ayu ini, di Bekasi, Rabu (1/4/2020).



Sebagai orang tua, Ayu menceritakan, ada tantangan tersendiri saat mendampingi kegiatan belajar Cinta di rumah.

Dirinya perlu menjaga mood Cinta agar tetap mau berkegiatan di rumah, karena Cinta termasuk anak yang lebih suka menghabiskan waktu untuk berkegiatan di luar ruangan.

"Tidak semua anak itu mau mendengarkan orangtua sebagaimana guru mereka, seperti layaknya guru yang menyuruh murid di sekolah. Terkadang mereka juga ingin melakukan kegiatan yang mereka sukai tanpa harus ada beban tugas ini dan itu," ungkapnya.

Bagi Ayu, di saat Cinta tidak ingin belajar atau mengerjakan tugas, dirinya tidak akan memaksakannya dan mengalihkan ke kegiatan lain yang lebih Cinta sukai.

"Jadi supaya enggak nambah beban kami sebagai orang tua, kami memilih waktu suka-suka untuk belajar. Tapi untuk mengaji tetap harus dilakukan seusai magrib. Saat ada tugas sekolah tapi anaknya belum mau, enggak usah dipaksa dibiaran daripada stress jadi biasanya dicoba di lain waktu siapa tahu anaknya mau," tutur Ayu.

Selain itu, ada hal teknis yang perlu diperhatikan seperti menjaga situasi di rumah agar tetap kondusif, terkhusus bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu dan tidak memiliki asisten rumah tangga.

"Terutama kalau kita punya anak lebih dari satu dan enggak punya asisten rumah tangga. Semua pekerjaan harus dilakukan ibu sendirian. Ayah yang saat ini juga harus bekerja di rumah menjadi tambahan tugas tersendiri bagi ibu. Di satu sisi kita harus menjaga situasi kondusif agar ayah tetap nyaman dan fokus bekerja dari rumah sementara anak-anak suka mengekspresikan diri mereka dengan berbagai tingkah laku yang mungkin saja bisa menggangu konsentrasi kerja ayahnya," kata dia.

Ia berharap dengan perpanjangan masa belajar di rumah ini, sekolah dapat mempertimbangkan agar materi atau bahan ajar dibebaskan kepada orang tua dengan pengawasan tetap dari guru.

Menurut dia, ada beban yang dirasakan khusus orang tua siswa ketika tugas itu ditetapkan oleh pihak sekolah dan harus dilaporkan setiap hari.

"Mungkin bisa selang seling. Seminggu bebas, seminggu lagi bahan ajar dari sekolah. Sebenarnya kita orangtua menginginkan sekolah membebaskan kegiatan belajar di rumah yang disesuaikan dengan kesukaan anak-anak itu sendiri. Diberi tugas proyek tertentu yang harus diselesaikan selama seminggu misalnya. Anak-anak juga diberikan kebebasan dalam menentukan proyek tersebut,"

"Terasa jadi beban karena laporan dilakukan setiap hari, anak-anak juga tidak selalu lancar dalam proses pengerjaannya. Ada saja drama dalam penyelesaian tugas. Walaupun selama ini jika kami belum melaporkan tugas tidak diberikan sanksi tertentu. Tapi kita sebagai orangtua juga pastinya tidak ingin dianggap tidak memperhatikan kegiatan belajar anak selama di rumah. Belum lagi kegiatan masak-memasak yang entah kenapa selama masa karantina menjadi meningkat dan otomatis mau tidak mau menambah beban pikiran dan pekerjaan ibu," ujar Ayu. (tribunnews)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==