Kategori

Lockdown Amerika, Ribuan Orang Piknik di Taman, Polisi Dibuat Tak Berdaya

By On Mei 04, 2020


Pada akhir pekan kemarin, kota New York yang merupakan pusat pandemi Covid-19 di Amerika Serikat, telah menjadi perhatian warganet di media sosial. Pasalnya, banyak foto beredar menampilkan ribuan orang terlihat tengah melakukan piknik di taman kota, mengabaikan instruksi untuk menetap di dalam rumah.
Situasi tersebut dapat terlihat berdasar foto dari @AchmatX yang menyebarkannya melalui Twitter dan kini viral setelah disukai hingga ratusan ribu orang.
Penduduk kota New York terlihat mulai memadati taman di West Village pada Sabtu (2/5) kemarin. Mereka ingin berpiknik sekaligus berjemur, menikmati sinar matahari di musim semi yang hangat. Warga lainnya juga terlihat sedang jogging, bersepeda, dan berjalan dengan anjing peliharaannya di sekitar lingkungan taman.

Ribuan orang dilaporkan telah memadati taman tersebut dan beberapa taman terbuka lainnya pada akhir pekan kemarin. Keramaian di lokasi seakan tidak mencerminkan adanya lockdown di kota tersebut. Meski demikian, mayoritas warga yang berkumpul dikabarkan tetap mentaati aturan physical distancing.

Dibuat tidak berdaya, walhasil lebih dari seribu aparat diturunkan untuk memantau aktivitas warga di taman kota. Polisi hanya memastikan jika masyarakat yang sedang piknik dan berolahraga untuk berjaga jarak, dan memberikan masker gratis bagi mereka yang terlihat sedang tidak mengenakan.

Ternyata, peristiwa yang serupa juga terjadi di negara bagian lainnya. Masyarakat terlihat tidak sabar untuk berada di luar rumah setelah dikurung sejak bulan Maret kemarin ketika pandemi Covid-19 mulai merebak di AS.

Warga Florida pada akhir pekan kemarin juga mengadakan protes, menuntut pemerintah setempat agar membuka kembali pantai-pantai untuk akses publik. Para demonstran berpendapat bahwa pantai merupakan tempat yang aman dan physical distancing juga tetap bisa dilakukan di sana.

Hal ini ikut menjadi perbincangan dalam topik hangat yang tengah memecah masyarakat AS, yakni antara setuju diterapkan lockdown atau tidak. Sejumlah negara bagian semenjak beberapa pekan lalu telah melaksanakan unjuk rasa yang menuntut diangkatnya lockdown agar mereka bisa kembali bekerja dan beraktivitas normal.
Mulai hari ini (4/5), Wali Kota New York telah menutup sekitar 11 kilometer ruas jalan, terutama yang berdekatan dengan taman kota. Tujuannya adalah untuk memberi ruang yang lebih luas untuk masyarakat berjalan kaki dan berolahraga, agar bisa mentaati aturan physical distancing saat berada di ruang publik.

Hingga hari ini, di kota New York sendiri, telah dilaporkan sebanyak 174 ribu kasus positif Covid-19 yang menyebabkan sedikitnya 13 ribu kematian. Pada jumlah total di seluruh negeri, pemerintah AS telah mengidentifikasi 1,15 juta penduduk telah terinfeksi Covid-19, dan lebih dari 68 ribu pasien telah meninggal.



sumber: https://today.line.me/

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==