Kategori

Bocah 7 Tahun ini Dibunuh dan Dibuang Ibunya ke Sungai, Temuan Catatan Terakhir Sang Bocah Sungguh Memilukan

By On Agustus 09, 2021


   

Sebagai sosok yang melewati masa-masa hamil, melahirkan, hingga mengasuh sang buah hati. Seharusnya para ibu semakin tidak tega untuk bersikap kasar atau lebih dari itu kepada anaknya, karena paham dengan perjuangan dan pengorbanan di masa lalu.

Tapi entah kenapa, banyak ibu yang seolah melupakan hal tersebut, hingga kemudian tega berbuat yang tidak-tidak kepada darah dagingnya. Termasuk, menghabisi nyawanya, seperti apa yang dilakukan ibu muda bernama Yasmin Vaz dos Santos Rodrigues.


Ibu 26 tahun ini secara tega menyiksa psikis dan fisik putranya yang berusia 7 tahun. Entah dimana salahnya sang anak, Yasmin terus-terusan menyiksa putranya hingga puncaknya dia menyuntikkan cairan anti-depresan, lalu memasukkan tubuh sang anak ke dalam tas besar dan membuangnya di Sungai Tramandai, Brazil.


Dua hari setelahnya, tanpa rasa bersalah dan berdosa Yasmin mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kehilangan putranya.


Namun, pada akhirnya dia juga mengakui bahwa putranya telah ia bunuh, dan menjelaskan lokasi pembuangan anaknya.


Polisi yang mendapati pengakuan mengejutkan itu langsung mendatangi lokasi, dan saat itu juga menggelar pencarian jasad anak malang tersebut. Tapi sampai saat ini, jasad sang bocah belum ditemukan, kecuali sepasang sepatu, melansir TribunBangka.com.


Sementara di kediaman Yasmin, polisi Brasil menemukan secarik kertas tulisan korban dengan bunyi pesan amat memilukan.


“Saya buruk. Saya kejam. Saya jahat. Saya payah. Saya tidak tahu bagaimana menghargai siapa pun. Saya anaknya yang mengerikan,” demikian isi catatan terakhir korban.


Kepala Polisi Antonio Carlos Ractz meyakini bahwa korban selama ini menjadi korban penelantaran dan penyiksaan yang intens.


“Sudah jelas dan kami akan mengkonfirmasi penyelidikannya bahwa anak itu hidup di bawah tekanan psikis dan penganiayaan psikologi,” kata Antonio.


“Dia mengalami gizi buruk. Meski, ia terdaftar di sekolah, dia tidak memiliki teman dan tidak dapat pergi kemana-mana. Dia terkunci di dalam kamar di rumahnya, tempat dia dihukum, dikunci dan diikat di dalam lemari,” ungkap Antonio lebih lanjut.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==