Suhu udara di Kota Makkah pada musim panas kerap mencapai lebih dari 45 derajat Celsius. Meski demikian, jutaan jemaah yang melaksanakan tawaf sering merasakan lantai di sekitar Ka'bah tetap nyaman dipijak dan tidak sepanas yang dibayangkan. Kondisi ini pun memunculkan berbagai pertanyaan dan tak jarang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat mistis.
Faktanya, kesejukan lantai di pelataran Masjidil Haram merupakan hasil perpaduan teknologi modern, pemilihan material berkualitas tinggi, serta sistem pengelolaan yang sangat baik.
Salah satu faktor utama adalah penggunaan **marmer Thassos** yang didatangkan dari Yunani. Marmer putih alami ini dikenal memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari dengan sangat baik sehingga tidak mudah menyerap panas seperti batu atau keramik biasa. Berkat karakteristik tersebut, permukaan lantai tetap terasa lebih sejuk meskipun berada di bawah terik matahari.
Selain itu, marmer memiliki sifat sebagai penghantar panas yang baik. Pada malam hari, material ini melepaskan panas yang tersimpan sehingga suhu permukaannya kembali turun. Ketika pagi hingga siang hari, panas matahari tidak langsung membuat lantai menjadi sangat panas.
Pengelola Masjidil Haram juga menerapkan berbagai teknologi pendukung untuk menjaga kenyamanan jemaah. Sistem pendingin udara berskala besar membantu menurunkan suhu di area sekitar masjid, sementara proses pembersihan lantai secara berkala menggunakan air turut memberikan efek pendinginan pada permukaan marmer.
Area pelataran Ka'bah juga dirancang dengan tata ruang yang memungkinkan sirkulasi udara berlangsung optimal. Kombinasi antara material berkualitas, perawatan intensif, dan rekayasa teknik inilah yang membuat suhu lantai tetap relatif nyaman dibandingkan lingkungan sekitarnya.
Meski demikian, pada saat suhu udara mencapai titik ekstrem di siang hari, permukaan lantai tetap dapat terasa hangat. Karena itu, petugas Masjidil Haram biasanya mengimbau jemaah, terutama lansia dan anak-anak, untuk menghindari paparan panas berlebihan serta memilih waktu tawaf pada pagi, sore, atau malam hari apabila memungkinkan.
Fenomena lantai Ka'bah yang tetap sejuk sering dianggap sebagai sesuatu yang sulit dijelaskan. Namun, para ahli menyebut kondisi tersebut merupakan bukti bagaimana ilmu pengetahuan, pemilihan material yang tepat, dan pengelolaan fasilitas kelas dunia dapat menghadirkan kenyamanan bagi jutaan jemaah setiap tahunnya.
Di balik kesejukan lantai Masjidil Haram, terdapat perpaduan antara kecanggihan teknologi dan upaya maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah yang datang dari berbagai penjuru dunia.
