Kategori

Jangan Sekali-kali Remehkan Dosa Kecil, Akibatnya Malah Lebih Besar

By On Juli 09, 2020



Terkadang ketika melakukan dosa kecil, kita cenderung meremehkan dan merasa tidak masalah. Kadang dalihnya hanya sesekali, tapi tak disadari dilakukannya terus menerus. Hati-hati jangan sampai kebablasan, ini akibatnya.

Dosa dibagi menjadi dua jenis, yakni dosa besar dan dosa kecil. Hal ini berpijak dari firman Allah SWT sebagai berikut:

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” (QS. Asy-Syura: 37).

Dosa besar ialah dosa yang disebutkan oleh Allah SWT dan oleh Rasulullah SAW sebagai dosa besar, mendapatkan ancaman neraka, laknat azab dan mendapat hukuman di dunia.

Seperti halnya syirik, sihir, membunuh, makan riba, makan harta anak yatim, kabur ketika peperangan, menuduh wanita baik-baik berzina, membuat orang tua menangis, dan lainnya.

Sedangkan dosa kecil adalah dosa yang tidak ada hukuman (had) di dunia, tidak dilaknat oleh Allah dan RasulNya, dan tidak ada pernyataan bukan mukmin.

Contoh dosa kecil diantaranya adalah zina mata, zina hati; hal ini berpijak dari sabda Rasulullah dari Abu Hurairah

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhari)

Hadits tersebut di atas menyebutkan muqadimah zina. Orang yang melakukannya berarti telah mendekati perilaku zina.

Jika zina dianggap sebagai dosa besar, berbeda halnya dengan orang yang memandang wanita bukan mahram, menyentuh, dianggap dosa kecil. Sebab di dunia tidak ada hukumannya, juga tidak dilaknat oleh Allah dan rasulNya saw.

Jangan Remehkan Dosa Kecil 

"Awaslah kalian dari dosa-dosa kecil yang biasa diremehkan, sebab itu semua dapat terkumpul sehingga dapat membinasakan orangnya."

Lalu beliau membuat perumpamaan, suatu kaum (rombongan) yang turun berkemah di hutan dan ketika tiba waktunya makan, tiap orang keluar mencari lidi serta dahan pohon. Setiap orang mendapatkan satu dahan sehingga terkumpul banyak dan dinyalakan api yang dapat memasak makanan. (HR Ahmad).

Ada sebuah peribahasa mengungkapkan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Seperti itulah jika dosa-dosa kecil dikerjakan secara terus menerus lambat laun akan bertambah banyak.

Karena merasa ringan, akhirnya meremehkan dan melakukannya terus menerus. Padahal, dosa tersebut sebenarnya tercela di sisi Allah SWT. Sehingga tanpa disadari kita terus menumpuk dosa.

Dalam kehidupan sehari-hari, dosa-dosa kecil tersebut mudah sekali terjadi. Seperti halnya, terlambat menepati janji, berkata kotor dan jorok, berlebihan dalam berbicara (dibuat-buat), dan sebagainya, merupakan contoh akhlak yang tercela dan dibebani dosa.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dikisahkan bahwa dahulu pada masa Rasulullah SAW, orang-orang Yahudi menganggap bahwa mereka hanya sebentar saja saat mendapat siksa di neraka.

Karena itu mereka merasa puas dan beruntung atas perbuatan jahatnya, sehingga tidak bertobat dari dosa yang meliputi dirinya, dan mereka mati dalam kekafiran.

Jika tidak hati-hati, anggapan orang Yahudi tersebut mungkin juga menjadi keyakinan umat muslim. Karena menganggapnya tidak seberapa, kita lantas menjadi biasa dan sering melakukannya.

Padahal Anas bin Malik mengatakan: Rasulullah SAW telah bersabda, "Sesungguhnya Anda semua melakukan amal yang lebih kecil dari rambut dalam pandangan Anda semua, meski kami memandangnya (di masa Rasulullah SAW) termasuk perkara yang merusak." (HR Bukhari)

Agar kita terhindar dari menabung dosa kecil, baik yang disengaja maupun tidak, maka Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya agar memperbanyak amalan sunnah.

Banyak hal sunnah tersebut yang dapat menghapuskan dosa seseorang. Seperti sholat sunnah, puasa sunnah dan lainnya.

Salah satu cara untuk mengurangi tabungan dosa kecil kita adalah amalan berikut ini. Hadist dari Abu Hurairah menjelaskan, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

"Sholatnya seorang laki-laki dengan berjamaah, melebihi sholatnya di rumah dan di pasar dua puluh lima derajat. Hal ini didapatkannya karena jika ia berwudhu dengan baik, kemudian keluar untuk shalat, ia tidak keluar kecuali hanya untuk keperluan sholat saja. Maka setiap kali ia melangkah pasti akan diangkat satu derajat baginya dan akan dihapus satu kesalahan darinya." (HR Bukhari Muslim).

Dan ingatlah untuk tetap menjauhi dosa besar. Hal ini juga menjadi upaya untuk menghapuskan dosa-dosa kecil, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا 

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)” [An-Nisa : 31]

Oleh sebab itu, yuk mari hindari segala dosa kecil. Dan terus berikhtiar melakukan amalan sunnah, demi menghapus segala dosa kecil yang sudah terlanjur dilakukan atau bahkan tidak sadar saat melakukannya.

Semoga, Allah SWT memberikan ampunan untuk dosa-dosa kita semuanya. Aamiin ya robbal alamin.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==