Kategori

Kejamnya Riba, Pinjam ke Bank 120 Juta, Kehilangan Rumah Seharga 800 Juta

By On April 22, 2021


 

KEHILANGAN RUMAH SEHARGA 800 JUTA AKIBAT KEPINCUT RIBA

Di usia senjanya Sofyan tak pernah menyangka bakal terusir dari rumahnya sendiri. Rumah yang berada di pinggir Jl Raya Kuningan-Cirebon itu telah dilelang oleh pihak bank...


Dengan alasan Sofyan menunggak pembayaran cicilan pinjaman hingga beberapa bulan. Kini Sofyan mengontrak sebuah rumah di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.


Pagar besi rumah Sofyan Nampak seperti kurang terurus. Masih di halaman itu, ada sebuah toko servis dinamo yang dipakai Sofyan mencari nafkah. Sejumlah warga yang tengah membetulkan dynamo duduk di kursi kayu yang ada di depan toko.


Sofyan sendiri mempersilakan Radar untuk masuk ke dalam rumahnya yang berlantai keramik putih. Sehelai karpet terhampar di ruang tamu.


Tak ada kursi dan peralatan rumah tangga lainnya. Sofyan mengaku jika peralatan rumah tangganya sudah diangkut ke rumah kontrakan setelah mendapat surat perintah pengosongan.


Pria paruh baya tersebut tak menyangka, jika rumah seluas 25 bata yang dibelinya dengan cucuran keringat beberapa tahun lalu itu harus berpindah tangan dengan cara yang menyakitkan.


Dia juga menyesal tak cermat ketika melakukan pembayaran cicilan, sehingga akhirnya harus kehilangan rumah yang sangat strategis lantaran berada di jalur utama.


“Saya sebenarnya tidak ikhlas harus kehilangan rumah karena dianggap tidak mampu melunasi pinjaman. Tapi rumah ini sudah dilelang sejak Februari tahun lalu,” papar Sofyan kepada Radar dengan suara parau.


Dia menceritakan peristiwa yang tak mungkin hilang dari ingatannya selama masih hidup. Semua itu berawal saat tahun 2012 silam.

Kala itu, dia terjerat penawaran manis dari seorang marketing sebuah perbankan yang menawarkan pinjaman yang prosesnya cukup mudah.

Setelah beberapa kali bertemu dengan marketing tersebut, akhirnya dia memutuskan meminjam uang untuk kepentingan usaha yang tengah digelutinya.


“Awalnya ada marketing yang datang menawarkan pinjaman dengan proses cepat dan mudah. Meski semula tidak tertarik, namun karena sering ditawari akhirnya saya kepincut,” ujarnya.


Sofyan mengajukan pinjaman sebesar Rp120 juta. Dalam perjanjian dengan pihak bank, Sofyan diberi masa tenor selama lima tahun atau sampai 2017. Dalam perjanjian itu juga disebutkan nominal cicilan yang harus dibayar Sofyan yakni Rp3.650.000 per bulannya.


Kejamnya Riba, Pinjam ke Bank 120 Juta, Kehilangan Rumah Seharga 800 JutaSebagai jaminan atas pinjamannya, Sofyan menyerahkan sertifikat rumahnya. Tahun pertama, dan kedua pembayaran cicilan berlangsung lancar.


Memasuki tahun ketiga, usaha yang ditekuni Sofyan kurang menguntungkan sehingga berimbas terhadap upayanya membayar ke bank. Akhirnya pembayaran cicilan juga mulai tersendat.


Kendati begitu, Sofyan tetap berusaha membayar kewajibannya ke pihak bank. Dia juga berusaha meminta keringanan kepada pihak bank untuk memperpanjang masa tenor hingga 9 tahun.


Permintaan tersebut disetujui pihak bank, dan itu membuat hatinya lega. Setiap bulannya, dia menyerahkan uang cicilan pinjaman ke kolektor yang datang ke rumahnya.


“Karena usaha saya kurang bagus, pembayaran memang sempat tersendat. Kemudian saya minta agar ada keringanan dalam jangka waktu mencicil. Dan permintaan itu disetujui hingga ada keringanan sampai 2019 untuk melunasi cicilan,” katanya.


Namun mendadak dia mendapat surat panggilan dari bank yang isinya pemberitahuan terkait ada tunggakan selama lima bulan yang belum dibayar. Dia kemudian berangkat ke bank untuk menyelesaikannya.


“Jumlah uang cicilan yang sudah saya bayar hampir mencapai Rp107 juta dari pinjaman Rp120 juta. Untuk melunasinya, saya sempat menawarkan rumah ke orang lain. Ada yang menawar Rp800 jutaan.


Tapi, saya tidak bisa menjual rumah lantaran sudah dilelang oleh bank. Saya hanya berharap agar eksekusi yang akan dilakukan ditunda, dan diberi kesempatan menjual rumah untuk melunasi utang. Hanya itu permintaan saya,” harapnya.




sumber : wajibbaca.com

Rejeki Suka Seret? Pantas Saja Amalan Penambang Rezeki ini Jarang Dilakukan Suami

By On April 17, 2021


 

Sepele sih!! jadinya sering ditinggalkan, padahal...... balasannya luarbiasa

Apakah anda belum tau jika anda sebagi suami istiqomah mengamalkan amalan mudah ini, Insya Allah rejeki pasti datang melimpah, uang didompet tak ada, disaku juga kena kanker (kantongkering) tak taunya tiba-tiba dapat arisan, itulah imbalan dari istiqomah mengamalkan amalan ini.

Amalan mudah ini seringkali ditinggalkan dan jarang sekali diamalkan, namun jika Anda istiqomah melakukannya, Insya Allah rejeki pasti datang melimpah.

Kadang saat waktu makan tiba, suami istri makan sendiri-sendiri, bahkan tak jarang malah sambil mainan handphone. Tapi jarang banget yang menyuapi istrinya makan.

Padahal menyuapi istri itu tak semata-mata bernilai sedekah, tapi juga mendatangkan kebahagiaan lho. Seperti hadits dibawah ini;

“Tidak semata-mata seorang suami memberikan nafqah kepada istrinya melainkan itu bernilai sodaqoh. Bahkan seorang suami akan mendapat pahala tinggi apabila ia sampai menyuapi istrinya makan sekalipun dalam kondisi sehat. (HR.Bukhori-Muslim)” Pustaka : Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghozali juz 2 hal 31

Sahabatku yang dirahmati Allah, terutama kaum suami, jangan pernah merasa menyesal atau merugi ketika saudara memberi uang belanja lebih kepada istri, karena semua itu masuk kategori sedekah.

Bahkan jika seorang suami mau menyuapi makanan kepada istrinya sekalipun dalam keadaan sehat maka suami akan mendapatkan pahala luar biasa.

Sahabatku, Pahala kelak di akhirat ini luar biasa sehingga sampai diberikan DP di dunianya, seperti mendapati keluarga bahagia sakinah mawaddah warohmah di dunia, bahkan istri akan semakin sayang kepada suami, saking sayangnya bisa jadi si istri akan mengizinkan suami untuk sesuatu.. apa ya sesuatunya? ah.. kau pasti udah faham ah.. gak usah dijelasin.. hehehe

Nah, bahagianya istri ini adalah salah satu kunci datangnya rejeki pada keluarga lho…Rejeki itu bisa datang tak hanya dalam bentuk uang, tapi hubungan yang harmonis, mesra, dan saling menghargai juga bentuk rejeki juga. Yang perlu disyukuri.

Jangan Lukai Hati Istrimu Karena Ia akan Mengurangi Rejekimu

Mungkin saja diantara kamu ada yang pernah mengalami hal ini. Untuk itu bersegeralah saling introspeksi diri dan minta maaf.

Suami yang merupakan imam memiliki kedudukan penting keluarga. Mereka bertugas menjadi pemimpin dan memastikan kebutuhan keluarga tercukupi.

Dengan kedudukan yang krusial ini, tidak jarang suami yang tidak menghargai posisi istri.

Terlebih jika istri tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga saja. Maka dengan dominasi finansial ini, suami kerap kali melakukan tindakan seenaknya yang dapat melukai hati istri.

Banyak sebagian suami yang hanya menganggap do’a dan restu ibu menjadi sangat penting, ketika ada masalah dalam pekerjaan atau rejeki maka yang selalu dimintai do’a dan menjadi tempat curhat adalah Ibunya. Ia mencoba menyenangkan hati ibu nya karena ia meyakini dengan itu rejekinya menjadi lancar.

TAPI para suami lupa ada seorang wanita lagi yang akan mempengaruhi rejekinya. Ia sangat dekat dengannya. Ia adalah istrinya. Ia kadang lupa menghormati dan menghargai istrinya. Perempuan yang paling berjasa mendidik anak-anaknya. Bahkan tak sedikit para suami yang menganggap remeh istrinya dan kadang menyakitinya.

Padahal menyakiti istri merupakan tindakan yang dapat menutup rezeki. Membahagiakannya menjadi salah satu jalan pembuka pintu rezeki paling lebar untuk keluarga. Lantas bagaimana melukai hati istri bisa buat rezeki seret?

1. Mood Istri yang Buruk Akan Menular

2. Istri Menjadi tidak Bersyukur

3. Suami tidak Dilayani dengan Baik

4. Suami Tidak Didukung

5. Berpengaruh dalam Mendidik Anak

Jadi jangan buat istrimu jengkel dan marah, atau menyakiti hati istrimu, semoga kita dihindarkan dari hal-hal yang buruk, dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.

Istri Ikut Banting Tulang Suami, "Hentikan Ustadz, Aku Tak Tahan Lagi!"

By On April 03, 2021


 

Para Istri Mengeluh Serba Kekurangan Setelah Ikut Bekerja, Ternyata Ini Sebabnya

Ketika seorang istri bermaksud membantu suami untuk mengais riski, namun ternyata yang terjadi kondisi kekuarganya malah serba kekurangan, kok bisa?

Beberapa tahun yang lalu saya melakukan survey dengan bertanya kepada beberap perempuan bekerja. Pertanyaan saya sangat sederhana, “Bu, bagaimana perasaan ibu dengan kondisi ibu bekerja saat ini, lebih merasa cukup dengan suami saja bekerja atau merasa lebih cukup dengan ibu ikut bekerja?

90% perempuan bekerja menjawab, “Saya merasa cukup dengan hanya suami saja yang bekerja ketimbang saat ini saya ikut bekerja.”

Para istri yang saya survei itu mengaku justru dengan dirinya bekerja, utang keluarga justru bertambah, padahal niat awalnya agar utang suami tidak bertambah parah. Dulu semua yang diinginkan selalu bisa terpenuhi tapi dengan ikut bekerja menjadi selalu kurang, tidak ada yang cukup.

Setelah para istri ini curhat tentang kondisinya, lalu saya bertanya kepada, “Ibu tahu tidak penyebab mengapa dulu saat suami ibu yang bekerja semuanya tercukupi dan sekarang ibu bekerja justru selalu kurang?”

Ibu-ibu itu menggeleng. Mereka hanya heran harusnya dengan ikut bekerja kebutuhan rumah tangga menjadi lebih dari cukup.

Saya sampaikan begini kepada ibu-ibu itu:

Keberkahan rezki ibu telah hilang, ibu-ibu tahu mengapa hilang? Begini, dulu saat suami ibu saja yang bekerja ibu masih sempat mengurus anak-anak berangkat sekolah. Ibu masih sempat membangunkan suami untuk shalat malam. Ibu masih sempat membuatkan sarapan untuknya. Dan ketika suami ibu pulang kerja, ibu sudah cantik berdandan rapi untuk menghilangkan kelelahan suami ibu sore itu. Ibu masak yang terenak untuk suami dan masih sempat membacakan dongeng untuk anak-anak ketika akan tidur dan masih “fresh” saat suami ibu mengajak bercinta.

Tapi saat ibu bekerja saat ini, ibu lebih awal kan berangkat dari suami? Karena ibu masuk jam 7 pagi karena khawatir terlambat dan jauh ibu berangkat jam 5.30 padahal barangkali suami baru saja mandi. Anak-anak belum terurus baju sekolahnya, bahkan bisa saja di antara mereka nggak ada yang sarapan karena Ibu lupa menyediakan. Iya kan bu?’ Kata saya kepada mereka.

Di antara ibu-ibu yang bekerja ini mulai menangis. Saya meminta izin untuk meneruskan taujih di sore itu.

“Dan ketika suami ibu pulang, ibu belum pulangkan karena ibu diminta lembur oleh boss ibu di pabrik. Ketika suami sudah ada di rumah jam 5 sore, ibu masih berkutat dengan pekerjaan sampai jam 8 malam. Suami ibu bingung ke mana dia mengadukan ceritanya hari itu dia mencari nafkah. Anak-anak ibu belum mandi bahkan bisa saja di antara mereka ada yang tidak shalat Maghrib, karena tidak ada yang mengingatkannya. Kemudian mau makan akhirnya makan seadanya, hanya masak mie dan telur karena hanya itu yang mereka mampu masak. Suami ibu hanya makan itu bahkan hampir tiap malam, sedangkan ibu baru pulang jam 9 sampai di rumah di saat anak-anak ibu sudah lelah karena banyak bermain, bahkan di antara mereka masih ada yang bau karena nggak mandi. Suami ibu terkapar tertidur karena kelelahan, karena suami ibu menunggu kedatangan ibu. Kondisi ibu juga lelah, sangat lelah bahkan, ibu bahkan berbulan-bulan tidak bisa berhubungan intim dengan suami karena kelelahan….”

Ibu bekerja untuk menambah keuangan keluarga tapi ibu kehilangan banyak hal. Hal-hal yang pokok menjadi tidak selesai. Hal-hal yang ibu kerjakan di pabrik juga tidak maksimal karena hati ibu sedih tidak punya kesempatan mengurus suami dan anak-anak. Pakaian suami dan anak-anak kumal, kuku anak-anak panjang, rambut anak-anak gondrong dan tak terurus.

Ibu-ibu itu semakin kencang menangisnya, di antara mereka mengatakan “Hentikan ustadz, aku tak tahan lagi, hentikan”, sang ibu itu memeluk teman yang di sebelahnya dan menangis.

Sore itu saya berusaha menyampaikan kewajiban saya sebagai dai. Katakan yang benar itu walaupun harus membuat hati sedih. Di penutup saya menyampaikan, “Tidak ada larangan buat ibu bekerja dengan satu syarat, tugas pokok ibu tidak ada masalah, tidak ada hak-hak suami dan anak-anak yang berkurang yang dapat menyebabkan ketidakberkahan uang yang ibu dapatkan dari bekerja. Pastikan itu semua tidak ada masalah dan bekerjalah setelah itu”

Adzan Maghrib sore itu menghentikan ceramah saya di sela tangis ibu-ibu yang ingin segera pulang untuk bertemu dengan suami dan anak-anak mereka.





sumber : wajibbaca.com

11 Pekerjaan yang Diharamkan Rasulullah, No 8 Masih Banyak Dilakukan

By On Maret 28, 2021


 

Jangan lakukan kalau tidak ingin hidup susah.

Kekayaan, uang itu semua kita dapat dari hasil bekerja dan rezeki yang Allah telah berikan kepada kita semua. 

Kita harus bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan Allah. 

Jangan sampai apa yang kita miliki di dunia ini hanya untuk berfoya-foya dan menyombongkan diri kepada orang yang miskin. Karena Allah tak suka.

Seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut ini,

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: 

“Benar-benar akan datang kepada manusia suatu masa, pada saat itu orang tidak lagi mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal ataukah jalan yang haram".

Dan selain itu Allah telah memberi kita rezeki itu semua dengan perantara lewat pekerjaan-pekerjaan yang halal.

Jangan sampai menyalahgunakannya. Dan jangan bekerja yang dilarang oleh Agama. 

Carilah rezeki dengan cara yang halal. Pasti akan diberi berkah tersendiri dari Allah.

Jangan lakukan 11 tipe pekerjaan ini, karena dilarang agama dan hukum juga. 


11 Pekerjaan yang Diharamkan oleh Rasulullah

1. Pekerjaan yang berupa kesyirikan dan sihir

Seperti perdukunan, paranormal, ‘orang pintar’, peramal nasib, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.


2. Pekerjaan yang berupa sarana-sarana menuju kesyirikan

Seperti menjadi juru kunci makam, membuat patung, melukis gambar makhluk yang bernyawa, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.


3. Memperjual belikan hal-hal yang diharamkan oleh syariat

Seperti bangkai, babi, darah, anjing, patung, lukisan makhluk yang bernyawa, minuman keras, narkotika, dan lain sebagainya.


4. Memakan harta riba

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang masih ada pada diri kalian, jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka terimalah pengumuman perang dari Allah dan Rasul-Nya. ” (QS Al-Baqarah [2] :278-279)


5. Menimbun bahan-bahan perdagangan

Di saat harganya murah dan dibutuhkan oleh masyarakat dengan tujuan meraih keuntungan yang berlipat ganda pada saat harganya melambung tinggi.


Dari Umar bin Khathab ra , ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa menimbun bahan makanan yang dibutuhkan oleh kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan kepadanya."


6. Perjudian

" Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer (minuman keras), perjudian, berkurban untuk berhala-berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah oleh kalian perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapatkan keberuntungan.


Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan melakukan perjudian dan menghalang-halangi {melalaikan} kalian dari dzikir kepada Allah dan dari shalat. Maka mengapa kalian tidak mau berhenti? (QS Al-Maidah [5]: 90-91).


7. Memakan harta anak yatim secara dzalim

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa’ [4): 10).


8. Mencuri, mencopet, menjambret, dan merampok

"Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah (pergelangan) tangan-tangan mereka sebagai hukuman dari Allah atas kejahatan mereka. (QS Al-Maidah [5]: 38).


9. Mengurangi timbangan dan takaran

" Kecelakaan bagi orang-orang yang melakukan kecurangan dalam timbangan, yaitu kalau menakar milik orang lain untuk dirinya, ia meminta disempurnakan. Namun, apabila mereka menakar barang dagangan mereka untuk orang lain, ia merugikan orang lain (dengan mengurangi takaran). (QS Al-Muthaffifin: 1-3).


10. Korupsi dan penipuan terhadap rakyat

Dari Ma’qil bin Yasar ra ia berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Tidak ada seorang hamba pun yang diberi amanat oleh Allah untuk menjadi pemimpin sebuah masyarakat lalu ia tidak memimpin mereka dengan ketulusan (kejujuran), kecuali ia tidak akan mendapatkan bau surga.” Dalam lafal Muslim: “… kecuali Allah mengharamkan surga atasnya.“


11. Menunda-nunda pembayaran gaji buruh dan karyawan atau mengurangi hak-hak mereka

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ‘Ada tiga golongan yang Aku menjadi musuh mereka; orang yang memberikan sumpah setia dengan menyebut nama-Ku lalu ia mengkhianati, orang yang menjual orang merdeka lalu ia memakan hasil penjualannya, dan orang yang mempekerjakan seorang buruh lalu si buruh menuntaskan pekerjaannya sementara ia tidak mau membayarkan upahnya.”




sumber : wajibbaca.com

Temukan Kayu yang Kelihatan Tak Berharga, Pria ini Malah Mendadak Jadi Kaya Raya

By On Maret 03, 2021


 

Temukan Kayu Aneh di Tebing Curam, Pria Ini Mendadak Kaya Raya, Ternyata ini Kejadiannya

Siapa sangka, nemu barang yang terkesan tak ada harganya malah membuat pria ini menjadi miliarder dadakan, setelah di usut ternyata  ini yang terjadi...

Bagi yang pernah tinggal di pedesaan pasti tahu bahwa demi kelangsungan hidup, orang yang tinggal di desa akan bergantung dengan alam. Tak jarang mereka harus naik dan turun gunung untuk mencari kebutuhan sehari-hari. Seorang pria muda naik ke gunung untuk bekerja.



Pria muda ini bekerja dekat dengan tebing yang curam. Kemudian ia melihat kayu aneh yang menempel di pinggir tebing. Tapi, ia tidak tahu benda apakah itu.

Dan ia pernah mendengar bahwa jika seseorang menemukan kayu diatas gunung, artinya ia akan kaya. Akhirnya ia pun membawa pulang kayu untuk melihat apakah kayu ini berharga.



Pria muda ini pun turun untuk mengambil kayunya. Setelah diambil ia merasa kayu ini lebih berat dari kayu biasanya. Keesokkan harinya, ia pergi menemui seorang kakek tertua di desanya.

Begitu kakek lihat, langsung tahu benda apa itu.


Tapi, ia tidak yakin jadi ia tidak berbicara apapun. Ia menyuruh pria muda membawa kayu itu ke kota untuk meminta bantuan para ahli melihatnya. Pria muda itu pun membawa kayu itu ke kota, kemudian dikatakan bahwa nilai kayu itu sangat berharga.

Lebih berharga dari upah pria muda itu bekerja di gunung selama dua tahun.

Mendengar kata ini, pria muda itu sangat gembira!

Ternyata kayu itu adalah Thuja. Dulu di desa banyak orang yang mencarinya.

Pria muda itu baru tahu bahwa kayu itu sangat berharga.

Jadi, ia diam-diam memutuskan untuk lebih memperhatikan benda ini disana.

Jika dia bisa menemukan lebih banyak, maka ia bisa menjadi orang terkaya di desa!

Thuja adalah pohon cemara kipas. Pohon ini mempunyai ketinggian antara 20-50 kaki dan ditemukan di kawasan tebing bebatu yang sejuk.

Kayunya sangat tahan lama dan dapat digunakan untuk membuat pagar, tiang atau perahu.

Biasanya orang akan memahat kayu ini menjadi ukiran yang indah.




sumber : wajibbaca.com

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==