Kategori

Kenapa Orang Kafir Sebaik Apapun Tetap Masuk Neraka? Jawaban Kyai Ini Bikin Liberal Terbungkam!

By On September 09, 2016

Medianda – Sahabat media Pada suatu ketika, saat sang ustadz sedang bersantai di depan terasnya, tiba-tiba datanglah seseorang yang tak lain adalah dia salah satu murid sang ustadz. Dia dulunya pernah mengenyam di tempatnya sang ustadz, hingga terjadilah sebuah dialog antara keduanya. Sebuah dialog menarik terjadi antara seorang pemuda liberal dan juga kyai yang sedang membicarakan tentang mengapa kaum kafir sebaik apapun namun tetap masuk neraka. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak dialog berikut ini.



Seorang Pemuda Liberal bertanya ke Kyai Kampung, Kenapa Orang Kafir Sebaik Apapun Tetap Masuk Neraka? Jawaban Kyai Bikin Pemuda ini Terbungkam!

DIALOG ANTARA LIBERAL DAN KYAI KAMPUNG

Pemuda: Ki, ada orang baik banget, anti korupsi, bangun masjid, rajin sedekah sampai hidupnya sendiri dikorbanin buat nolongin orang banyak, terus meninggal dan dia bukan Muslim, Dia masuk surga atau neraka?
Kyai: Neraka.

Pemuda: Lah? Kan dia orang baik. Kenapa masuk neraka?

Kyai: Karena dia bukan Muslim.

Pemuda: Tapi dia orang baik Ki. Banyak orang yang kebantu karena dia, bahkan umat Islam juga. Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat bener dah Tuhan kalau orang sebaik dia dimasukin neraka juga.

Kyai: Allah tidak jahat, hanya adil.

Pemuda: Adil dari mana?

Kyai: Kamu sekolahnya sampai tingkatan apa?

Pemuda: Ane mah Master Sains lulusan US Ki, kenapa?

Kyai: Kenapa bisa kamu dapat titel Master Sains dari US?

Pemuda: Yaa karena kemaren ane kuliah disana, diwisuda disana.

Kyai: Namamu terdaftar disana? Kamu mendaftar?

Pemuda: Ya jelas dong Ki, ini ijazah juga masih basah.

Kyai: Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar, tapi kamu tetap datang kesana, hadir di perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu dapat nilai sempurna, apakah kamu tetap akan dapat ijazah?

Pemuda: Jelas enggak Ki, itu namanya mahasiswa ilegal, sekalipun dia pintar, dia nggak terdaftar sebagai mahasiswa, kampus ane mah ketat soal aturan gituan.

Kyai: Berarti kampusmu jahat dong, ada orang sepintar itu tak dikasih ijazah hanya karena tidak mendaftar?

Pemuda: *terdiam*

Kyai: Gimana?

Pemuda: Ya nggak jahat sih Ki, itu kan aturan, salah si mahasiswa kenapa nggak mendaftar, konsekuensinya ya nggak dapat ijazah dan titel resmi dari kampus.

Kyai: Nah, kalau kampusmu saja ada aturan, apalagi dunia dan akhirat. Kalau surga diibaratkan ijazah, dunia adalah bangku kuliah, maka syahadat adalah pendaftaran awalnya. Tanpa pendaftaran awal, mustahil kita diakui dan dapat ijazah, sekalipun kita ikut kuliah dan mampu melaluinya dengan gemilang. Itu adalah aturan, menerapkannya bukanlah kejahatan, melainkan keadilan

Semoga dari kisah diatas kita dapat mengambil pelajaran yang bermanfaat. Aamiin




Sumber:Kabarmakkah.com

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==