Kategori

Hidup Sebatang Kara, Pria Tua di Sukabumi Ini Berjalan Kaki 8,9 Km ke RS untuk Berobat

By On Oktober 10, 2020

Hidup sebatang kara di masa tua emamng tak mudah. Harus melakukan semuanya sendiir tanpa ada yang bisa membantu. Sedih memang, namun harus tetap dijalani. Seperti kisah yang dialami pria tua bernama Apid. Pak Apid yang berasal dari Cidolog ini nekat berjalan kaki dari rumahnya menuju RSU Hermina Sukabumi untuk menjalani operasi.

Pak Apid banyak disorit netizen setelah fotonya viral di media sosial. Dalam foto tersebut, nampak laki-laki dengan usia relatif tua menggunakan busana warna hijau, tengah terbaring di atas ranjang rumah saki

Foto itu juga dilengkapi caption yang mengatakan bahwa pria tersebut membutuhkan bantuan dana untuk menjalani operasi di RSU Hermina Sukabumi.



” Mangga bagi yang mau bantu donasi untuk bapak ini. Beliau sakit, asli dari Cidolog, jalan kaki dari Jubleg menuju RS Hermina, beliau mau dioperasi hanya sebatang kara. Keluarga tidak tau dmna, sedikit atau banyak Allah akan membalas kebaikan bapa/ibu, trmksh” Begitu caption itu berbunyi.

Dilansir dari laman sukabumiupdate.com, Manajer Marketing RSU Hermina Sukabumi, Dewi Puji Astuti membenarkan adanya pasien tersebut dan saat ini tengah menjalani perawatan di RSU Hermina Sukabumi.

” Pasien tersebut ada, masuk kamar perawatan kelas 3 tanggal 14 September. Sudah tindakan debridement juga kemarin,” kata Dewi, Kamis (17/9/2020).

Dewi menuturkan, pria tersebut bernama Apid (69 tahun) yang beralamat di Cianjur. Apid sendiri mendapat perawatan sebagai peserta JKN PBI (Penerima Bantuan Iuran).

” Data di kami alamat Cianjur. Sebelumnya rujukan berobatnya pun dari PKM Gekbrong,” jelas Dewi.

Dewi menambahkan dirinya dan tim medis tidak mendalami terkait kronologi Apid yang dikabarkan nekat berjalan kaki dari Jubleg menuju RSU Sukabumi. Dewi hanya fokus untuk mengonati Pak Apid.

” Kami tidak gali ke sana sih. Kami terima pasien ini di IGD. Dari riwayat berobat sih beberapa kali pernah ke poli spesialis di sini,” tutur Dewi.

” Maaf untuk diagnosanya tidak bisa kami informasikan tanpa ijin pasien,” tambahnya.

Dewi mengungkapkan, Apid datang ke RSU Hermina Sukabumi seorang diri dan mengantre di ruang pendaftaran laiknya pasien yang lain.

” Pasien datang sendiri tanpa ada keluarga yang mengantar. Antri pendaftaran seperti biasa. Tidak ada informasi riwayat pingsan di jalan,” pungkasnya.




sumber : berbagisemangat.com

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==