Kategori

Awas !!! Orang Munafik Lebih Berbahaya Dari Orang Kafir

By On November 03, 2016

SepercikHikmah – Sahabat SepercikHikmah yang kami hormati, Jangan remehkan orang munafik, sungguh kekacauan dalam umat Islam banyak disebabkan oleh orang-orang yang munafik, yakni musuh di dalam selimut, mengaku Islam... mengaku beriman, padahal tidak



“Yang menghancurkan Islam adalah orang alim yang menyimpang, orang munafik yang pandai mendebat A-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an untuk kepentingan pribadi, serta para pemimpin sesat.” (Umar bin Khattab Radiyallaahu 'anhu)

Kata-kata mereka terdengar hebat, terdengar logis, hingga semua orang mendengarkan pernyataannya, akan tetapi ketahuilah bahwa Allah telah menyatakan mereka inilah (orang-orang munafik) musuh yang sebenarnya:

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukkan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran?” (QS. Al-Munafiqun : 4)

Bagaimana ciri-ciri orang munafik? Tentunya kita tahu bahwa ciri kemunafikan ada 3,"Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati.” (HR Al-Bukhari)



Tetapi bukan hanya itu, orang munafik juga biasanya mempunyai dua muka, mereka tidak segan melakukan sesuatu untuk mengolok-olok kaum mukmin dan mendukung orang-orang kafir.

  

“Apabila mereka menjumpai orang-orang mukmin, mereka berkata, ‘Kami telah beriman.’ Namun jika mereka menyendiri beserta dedengkot-dedengkotnya, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami di pihak kalian. Hanya saja kami hendak mengolok-olok kaum mukmin.’ Allah akan mengolok-olok mereka dan menelantarkan mereka dalam kedurhakaan, sedangkan mereka dalam keadaan bimbang” (QS: 2: 14-15).

Itu sebabnya orang munafik cukup sulit dideteksi di kalangan orang beriman, karena mereka 'menyamar' sebagai orang beriman, bahkan mereka pun mengerjakan shalat dan merasa diri mereka seorang muslim. Padahal mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi dan membuat perpecahan di kalangan umat muslim itu sendiri.

“Dan apabila ia mengerjakan puasa dan shalat, ia menyangka bahwa dirinya seorang muslim” (HR Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Maka, bagian kerak neraka, bagian neraka yang paling dasar, akan menjadi tempat tinggal oleh orang-orang munafik, bukan orang kafir. Sesungguhnya orang-orang munafik itu akan dicampakkan ke dalam kerak neraka dan kamu tidak akan melihat mereka memperoleh penolong” (QS. AnNisaa : 145)

Sahabat SepercikHikmah, takutlah akan sifat munafik, karena bisa jadi hati kita disusupi karakter munafik ini. Ibnu Abi Malikah pernah mengatakan, “Aku telah menjumpai tiga puluh sahabat Nabi, seluruhnya takut akan nifak. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengatakan, bahwa dirinya mempunyai iman seperti imannya Jibril dan Mikail.

Setiap orang beriman akan khawatir pada sifat munafik, kecuali orang munafik itu sendiri. Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, “Tidak ada orang merasa aman dari sifat nifak kecuali orang munafik dan tidak ada orang yang merasa khawatir terhadapnya kecuali orang mukmin.”
Wallaahualam.


Sumber : ummi-online.com

Walau Engkau Katakan Non Muslim itu Jujur dan Amanat... Akan Tetapi ...

By On November 01, 2016

SepercikHikmah – Sahabat sepercikhikmah yang berbahagia dimanapun anda berada, Walaupun engkau katakan bahwa non muslim tersebut lebih baik, lebih amanat, lebih jujur, lebih bersih, lebih adil, dan menyebutkan rentetan kebaikan lainnya.





Namun Allah tetap mengatakan bahwa mereka ialah sejelek-jeleknya makhluk. Disebutkan dalam surat Al Bayyinah, non muslim itu syarrul bariyyah (sejelek-jeleknya makhluk).
Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al Bayyinah: 6-8).

Mengenai tempat orang kafir yaitu bagi ahli kitab dan non-muslim lainnya kelak ialah di neraka. Mereka akan kekal di dalamnya.

Jika dikatakan mereka kekal di dalamnya, berarti mereka terus menerus di dalamnya dan tidak berpindah dari tempat tersebut.

Mereka pun disebut sejelek-jeleknya makhluk yang Allah berlepas diri dari mereka.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) serta orang-orang musyrik adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah. Jika mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berarti dipastikan pada mereka kejelekan. Karena yang dimaksud kejelekan di sini adalah nampak pada mereka kejelekan yang tidak mungkin kita berhusnuzhon (berprasangka baik) pada mereka. Kecuali ada beberapa orang yang dipersaksikan langsung oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di antara orang musyrik seperti ‘Abdullah bin Ariqoth. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyewanya untuk menunjukkan jalan ketika hijrah. Akan tetapi selain dia, yaitu mayoritas orang musyrik adalah tidak bisa kita menaruh percaya pada mereka. Karena mereka adalah sejelek-jeleknya makhluk.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 284).

Jadi, masikah kita memuji-muji non muslim dengan pujian setinggi langit?
Semoga orang yang terlalu mengagungkan non muslim mau introspeksi diri atas kekeliruannya. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Mohon di bagikan kepada muslim yang lainnya agar tidak keliru.



Sumber : https://rumaysho.com/9110-non-muslim-jujur-amanat.html

Bohong Status Saat Akad Nikah Apakah Pernikahan Tetap Sah? Ini Jawabannya

By On Oktober 13, 2016

SepercikHikmah – Sahabat SepercikHikmah, Ada seorang wanita bertanya tentang kebohongan status suaminya sebelum menikah, Apakah pernikahannya sah karena sang suami telah membohongi saya.


Saya mau cerita tentang pernikahan saya yang berjalan sudah 2 tahun dan seiring jalanya waktu ternyata suami saya ialah seorang duda mempunyai anak dan sudah bercerai.

Sangat sakit saat mengetahuinya, apakah pernikahan itu sah karena beliau telah membohongi seluruh keluarga saya dan di depan pak penghulu?apa kah pernikahan kami harus diulang kembali?

Jawaban:

Jika ditanya mengenai hukum sah atau tidak pernikahan tersebut, maka jawabannya adalah sah, dan tidak perlu pernikahan ulang, karena urusan sah atau tidak terkait dengan syarat sah dan terpenuhinya rukun nikah.

Apa yang menjadi syarat sah dan rukun nikah?
Rukun nikah ada lima, yaitu:
Zaujah ( calon istri)
zauj (calon suami)
wali
dua saksi
Shighat (lafadz yang berupa ijab dan qobul)
Sedangkan syarat sah nikah ada beberapa:
Islam
Tidak ada paksaan bagi calon pengantin laki-laki
Belum mempunyai empat istri
Mengetahui kalau wanitanya sah untuk dijadikan istri, seperti sang wanita bukan mahram

mengetahui walinya dalam akad nikah

Tidak dalam keadaan Ihram Haji atau Umrah

Jadi urusan apakah si suami bohong pada isterinya bahwa ternyata dia sudah punya istri sebelumnya, tidak ada kaitannya dengan syarat sah sebuah akad nikah.

Akan tetapi tentu saja amat disayangkan jika selama 2 tahun menjalankan pernikahan ini, suami telah berakhlak buruk dengan membohongi Anda dan keluarga dengan statusnya. Inilah yang perlu suami Anda perbaiki sehingga tidak terjadi lagi kebohongan di masa mendatang.

Semoga tercerahkan.


Sumber : ummi-online.com

Suami Perlu Paham, Ucapan Istri Biasanya Berarti Sebaliknya, Benarkah Begitu Wahai Istri?

By On September 23, 2016

SepercikHikmah - Sahabat SepercikHikmah, Seorang Wanita berbeda dengan kata-kata yang diucapkan seorang pria, biasanya ketika istri mengucapkan sesuatu dengan emosional, sangat mungkin yang ia maksudkan justru sebaliknya. Kadang Bilang Iya sebenarnya hatinya berkata tidak.




Ketika istri amat bersedih dan kemudian menyuruh suaminya pergi, "Sudah, Mas pergi saja sana! Tinggalin aku sendiri..."

Padahal sebaliknya Kemungkinan besar artinya justru, "Mas jangan pergi dong, masa' aku ditinggal sendirian terus." benarkah begitu wahai para istri ?

Ketidakpahaman suami terhadap perkataan istri yang serba terbalik seperti ini dapat menyebabkan konflik dalam rumah tangga yang berkepanjangan.



Bayangkan kalau suami dengan 'naif'nya mempercayai ucapan istri tersebut dan kemudian pergi meninggalkan istrinya sendirian dengan pikiran, "La Wong saya disuruh pergi, yaa saya pergi."

Yang ada bisa-bisa sang istri makin percaya bahwa sang suami tak peduli pada dirinya dan tak mencintainya, jadilah istri makin nelangsa, uring-uringan, dan bisa jadi 'membenci' suaminya yang tak peka.

Sahabat sepercikhikmah , Oleh sebab itu, suami perlu belajar untuk memeluk sekalipun tak diminta, meminta maaf sekalipun tak bersalah, dan memahami maksud di balik perkataan seorang wanita yang telah menjadi istrinya. Itulah sebaik-baik mukmin menurut hadits Rasulullah, yakni mereka yang berbuat paling baik terhadap istrinya.

Semoga tulisan yang sangat singkat ini bisa bermanfaat bagi pasutri agar terciptanya hubungan harmonis dalam berkeluarga.

sumber : ummi-online.com


Jadilah Perempuan yang Punya Banyak Keahlian, Karena Apa ? Yuk Baca ini Dan Bagikan ke perempuan lainnya

By On Agustus 03, 2016

SepercikHikmah – Sahabat SepercikHikmah, Untuk apa sih perempuan mempunyai banyak keahlian? Toh perempuan itu ujung-ujungnya mengasuh anak di rumah saja.



Sahabat sepercikhikmah setuju pendapat di atas? Semoga tidak, karena pada dasarnya mengasuh anak di rumah saja pun perlu banyak keahlian bukan?

Mulai dari keahlian memasak, menyuapi, mengajari anak membaca, mengajari mengaji, mengajari bernyanyi lagu, bahkan juga mengajari anak bertingkah laku baik, ini semua adalah keahlian yang perlu dimiliki oleh seorang ibu, dan jujur... Keahlian tersebut bukanlah hal yang mudah dimiliki.

Akan tetapi di luar keahlian mengurus rumah tangga tersebut, seorang perempuan pun perlu memiliki keahlian lainnya, karena tidak setiap perempuan beruntung hanya perlu mengurus rumah tangga saja, ada juga perempuan yang ditinggal suami entah karena meninggal dunia atau karena dizalimi, maka di saat itulah keahlian yang dimilikinya dapat bermanfaat.

Seorang perempuan yang memiliki keahlian menjahit, mengajar, memasak masakan dalam jumlah besar, atau bahkan keahlian berdagang, akan lebih mudah menghidupi dirinya sendiri daripada yang hanya bisa 'bersolek'.

Penulis sendiri pernah mengenal seorang ibu rumah tangga yang terbiasa menerima uang saja dari suaminya, tidak memiliki keahlian apapun. Akhirnya ketika suaminya meninggal dunia mendadak, sang istri yang tidak siap malah kehilangan banyak hal.

Anak-anaknya yang remaja sudah terbiasa hidup enak, begitu tak mendapatkan lagi uang sebagaimana biasa, satu per satu kabur meninggalkan rumah, rumahnya pun gelap gulita karena listrik belum dibayarkan beberapa bulan. Telepon pun diputus. Satu per satu pula perabot rumah dijual.

Bukankah hal ini seperti mimpi buruk di siang hari?

Oleh sebab itu, belajarlah dengan baik di sekolah dan kampus, tambahkan dengan mempelajari skill lainnya dengan kursus ataupun menggeluti hobi yang digemari.
Semoga bermanfaat dan semoga para perempuan tidak malas meningkatkan kemampuannya.


Sumber : ummi-online.com

Syetan Sukses Ganggu Orang Shalat Dengan Cara Berikut ini

By On Juli 28, 2016

SepercikHikmah – Sahabat SepercikHikmah yang dimuliakan oleh Allah SWT, Syetan Mmerupakan makhluk laknatullah yang keberadaannya bertujuan untuk menyesatkan manusia. Bermacam cara dilakukan demi sukses menggoda manusia untuk menjauhi perintah Allah dan ajaran Rasul-Nya. Syetan selalu berusaha keras menggoda manusia agar terjerumus dalam perangkapnya.



Makhluk laknatullah ini akan sangat ketakutan jika manusia menjalankan ibadah kepada Allah. Namun jangan pikir syetan akan meninggalkan manusia begitu saja. Mereka akan terus melakukan tipu daya agar manusia tergoda. Termasuk ketika menjalankan shalat.

Ibadah wajib ini tidak luput dari aksi syetan yang menyesatkan. Beragam cara dilakukan agar manusia tidak khusuk saat beribadah kepada Allah. Sayangnya, golongan ini sering sukses membuat manusia terjerumus gangguannya. Seperti apa? Berikut ringkasannya.

Shalat merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh Umat Islam. Selain sebuah kewajiban, shalat dikatakan juga sebagai tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan. Maka dari itu, dibutuhkan kekhusyukan ketika menjalankannya.

Akan tetapi, syetan melakukan berbagai tipu daya agar kekhusyukan manusia tersebut terganggu. Dalam sebuah karya yang berjudul Al-Kasyfu wat Tabyin fi Ghuruuril Khalqi Ajma'in, Abu Hamid Al-Ghazali sudah membongkar bermacam-macam bentuk dari tipu daya yang dilakukan oleh syetan kepada manusia ketika ia mereka hendak mendekatkan diri kepada Allah SWT lewat jalan beribadah.

Salah satu bentuk tipu daya tersebut ada, syetan menghinggapkan kepadanya perasaan was-was atau keragu-raguan ketika ada orang yang hendak melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, khususnya dalam hal shalat ini.

Perasaan was-was tersebut bisa menimpa siapa saja, tanpa terkecuali seorang alim ulama sekalipun atau orang yang mengerti hukum fiqih sekalipun. Hal ini tentu saja sangat menggangu kekhusyukan seseorang ketika menghadapkan diri kepada Allah SWT.

Menurut Al-Ghazali, perasaan was-was tersebut sering kali menjangkiti manusia ketika mereka hendak membaca niat shalat. Syetan tidak akan membiarkan seseorang untuk berniat menjalankan shalat secara sah. Selain itu, syetan juga akan menggoda manusia dengan perasaan was-was tidak dapat menjumpai shalat jamaah sehingga orang tersebut tertinggal dari kesempatan mengikuti shalat berjamaah.

Sesudah itu, orang yang sedang shalat juga akan mengalami perasan was-was ketika mereka melaksanakan takbiratul ihram. Al-Ghazali mengungkapkan bahwa perasaan was-was ini dapat berakibat sifat bacaan takbir yang semestinya dibaca. Misalnya saja panjangan takbir menjadi berlebihan dari ketentuan karena ia sangat berhati-hati.Rasa was-was saat takbiratul ihram ini juga bisa menyebabkan orang tersebut tidak berkonsentrasi ketika mendengarkan bacaan Al-Fatihah dari imam.

Seorang Imam Al-Ghazali juga mengansumsikan bahwa apabila seseorang dilanda perasaan was-was sepanjang dirinya melaksanakan shalat maka itu mengisyaratkan bahwa ia telah tertipu oleh syetan. Hal ini membuat dirinya juga tidak menyadari bahwa hadirnya hati (khusyu’) saat shalat itu ialah sebuah kewajiban.

Menurut Imam Al-Ghazali, penyebab dari perasaan was-was itu dikarenakan orang tersebut memiliki kehati-hatian yang terlalu ekstrem. Dirinya beranggapakan bahwa sikap berhati-hati tersebut aan membuat dirinya lebih baik di sisi Allah SWT. Padahal perasaan tersebut merupakan bisikan syetan yang ingin mengusik kekhusyukan shalat seseorang.

Demikianlah ulasan tentang tipu daya yang dilakukan oleh syetan ketika manusia tengah melaksanakan shalat. Sudah sepatutnya kita senantiasa meminta perlindungan dari Allah SWT agar terhindar dari segala godaan syetan yang menjerumuskan tersebut.

Semoga bermanfaat bagi sahabat sepercikhikmah agar bisa menangkal tipu daya syetan.



Sumber : infoyunik.com

Rahasia Dibalik Asmahul Nusna Al Khabir - Yang Maha Mengetahui

By On November 14, 2015



Bismillaahirrahmanirrahiim,

Wahai anakku, sesungguhnya kalau ada satu butir biji sawi yang tersembunyi di dalam batu atau di langit atau di bumi, maka Allah mengetahuinya. Sungguh Allah itu Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Luqman : 16).

Allah SWT mempunyai nama indah Al-Khabir. Kha, ba dan ra, itulah huruf-huruf penyusunnya. Kata yang tersusun dari huruf-huruf tersebut berkisar maknanya pada dua hal, yaitu pengetahuan dan kelemah-lembutan. Khabir biasanya digunakan untuk menunjukan pengetahuan yang dalam dan sangat rinci menyangkut hal-hal yang sangat tersembunyi.

Menurut Imam Al-Ghazali, Al-Khabir adalah yang tidak tersembunyi baginya hal-hal yang sama dalam dan yang disembunyikan. Tidak terjadi sesuatupun dalam kerajaan-Nya yang di dunia maupun alam raya kecuali diketahui-Nya. Tidak bergerak atau diam satu butir atom pun, yang tidak bergerak atau tenang satu jiwapun kecuali ada beritanya di sisi Allah.

Allah mengetahui apapun yang di kandung hati atau di simpan oleh pikiran. Bisikan-bisikan nafsu, ajakan-ajakan syetan, khayalan-khayalan pikiran, prasangka-prasangka di hati, rencana-rencana jahat, komentar-komentar dan gumaman hati, semua ada dalam pengetahuan Aallah.

Ada dua tindakan yang dapat dilakukan untuk meneladani asma Al-Khabir ini:

a) menyangkut Hubungan keluar dengan makhluk lain

Kita sadar bahwa pengetahuan kita sangat terbatas, Kita tidak tahu isi hati dan kepala orang lain dan kita pun tidak tahu banyak tentang maksud-maksud di balik penciptaan makhluk di sekitar kita. 

Berangkat dari kesadaran ini, maka akhlak yang patut dikembangkan adalah baik sangka! Selalu berbaik sangka kepada Allah dan sesama. Bila kita melihat orang yang cacat, seperti pincang, buta atau lumpuh, janganlah mencela tetapi berbaik sangkalah, karena boleh jadi cacat itu pada fisiknya aja sedangkan bathinnya penuh kemuliaan dan kesempurnaan karena ridho menerima ketentuan Allah.

Bila kita mencela maka kitalah yang sebenarnya cacat. Cacat hati karena tidak mampu melihat hikmah Allah, cacat adab karena merendahkan makhluk Allah dan cacat akhlak karena baru bisa mencela dan tidak mampu berbuat ataupun menolong. 

b) menyangkut diri kita sendiri

Pertama, kenalilah jasad ini dan hubungkan dengan kekuasaan Allah. Kedua, kenalilah kekurangan-kekurangan kita dalam segi ilmu, sikap, dan perilaku dan hubungkanlah dengan pengawasan Allah. Ketiga, kenalilah tujuan hidup ini dan selaraskan dengan keinginan Allah. 

Bila kita perhatikan jasad ini, maka insyaflah kita dari mana asal kita dan siapakah kita, berasal dari setetes air yang hina, kemana-mana membawa kotoran dan kalau sudah mati menjadi bangkai, itulah jasad ini.

Tidak berdaya bila sudah kena penyakit, bila sudah tua akan mengeriput dan melemah, Tidak ada yang patut disombongkan. Bila kita memperhatikan betapa besar karunia Allah atas tubuh ini, maka Insyaflah kita bahwa keindahan dan kesempurnaan tubuh ini Allah yang membuat. Kekurangan dan kecacatanpun bukan kita yang menghendaki. Ini akan melahirkan rasa terima kasih dan rasa menerima, Sibukkanlah diri melihat kekurangan lalu bekerjalah untuk memperbaiki.

Kita tahu betapa bodohnya kita dan betapa sedikitnya ibadah kita. Yang sedikit itu pun kita rusak dengan tidak khusyu dan kita hancurkan dengan ketidak ikhlasan. Kita seharusnya malu kepada Allah karena kebusukan-kebusukan kita. 

Hidup ini untuk akhirat, Awasilah setiap tindakan agar benar-benar diniatkan karena Allah dan selalu berada di jalan Allah. Belajar dari Al-Khabiir membuat kita banyak melihat ke dalam diri dengan waspada dan melihat keluar diri dengan berbaik sangka.

Alhamdulillaahirobbil’alamin. 

----------------------------------------------------------------------------
Sumber: Buletin InfoDT Jakarta - No.16/Tahun IV/Oktober 2004
Rangkuman Pengajian Majelis Manajemen Qolbu, Masjid Al-Azhar, Senin 27 September 2004. - Humas DT Jakarta -

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==