Kategori

Orang yang Paling Kuat Menurut Rasulullah SAW

By On Desember 31, 2020



Bukan yang kekar atau pandai berkelahi 


Inilah orang yang paling kuat menurut Rasulullah SAW. Selain itu, dijanjikan surga dan banyak kebaikan untuk mereka yang bisa melakukannya. Berikut dalil dan penjelasannya.


Bagi Nabi Muhammad SAW, orang yang kuat bukanlah mereka yang punya kekuatan super. Bukan orang yang punya otot kawat tulang besi. 


Bukan mereka yang pandai berkelahi atau jago ilmu bela diri. Melainkan dia yang bisa menahan hawa nafsu. 


Oleh sebab itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menahan hawa nafsu saat sedang marah. 


Bahkan orang yang bisa menahan hawa nafsunya saat marah dikategorikan sebagai orang yang kuat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat al-Bukhari bahwa:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ


Artinya:


“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah orang yang kuat adalah orang yang pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika ia marah.’” (HR: Bukhari)


Dalam riwayat lain dari Yahya bin Yusuf dikatakan seorang laki laki, bernama Jariyah bin Qudamah, datang kepada Nabi untuk meminta wasiat. 


“Tunjukan aku amal yang membuatku masuk surga.” Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab, “jangan marah” dan mengulangnya hingga beberapa kali. 

Tak bisa dipungkiri bahwa menahan marah adalah hal yang sulit. Meski begitu, kita dianjurkan untuk sebisa mungkin harus mampu menahan marah. 


Hal ini dikarenakan, banyak keburukan dan kerusakan yang terjadi karena manusia tidak mampu menahan amarahnya. 


Imam al-Baidhawi mengungkapkan bahwa semua kerusakan yang dilakukan oleh manusia disebabkan oleh syahwat dari amarahnya.


Dalam kitab Fathul Bari dijelaskan, bahwa orang marah terlihat dari lahir dan batinnya. 


Dimana raut muka wajahnya yang merah, lisannya juga penuh cacian, begitu juga batinnya dipenuhi dengan hasud dan dengki.


Maka dari itu, menurut Ibnu Battal, melawan hawa nafsu itu lebih susah dibandingkan melawan musuh bebuyutan sekalipun. 


Dengan ini kita harus benar-benar menjaga hawa nafsu ketika marah karena hanya akan menyesal pada akhirnya dan membuat malu diri sendiri.

Ganjaran untuk Mereka yang Mampu Menahan Amarah 


Allah SWT menjanjikan ganjaran kepada orang yang bisa menahan amarahnya. Sebagaimana riwayat dari Muadz bin Anas Al-Juhani ra, Rasulullah SAW bersabda,


مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ


“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani).


لا تغضب ولك الجنة


“Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749).

Sikap yang Tepat Saat Marah 


Membaca doa 

Mua’adz bin Jabal ra kemudian melaporkan bahwa Rasulullah SAW melihat dua orang lelaki yang saling mencela. Salah satu diantara keduanya aterlihat marah. 


Melihat itu, Rasulullah SAW bersabda, “Aku mengetahui sebuah kalimat yang jika dibaca akan menghilangkan amarah. Muadz bertanya, “Kalimat apakah itu wahai Rasulullah?” 


Beliau berkata, “Allahumma inni a’udzubika min asy-syaithan ar-rajim. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan yang terkutuk).”


Berwudhu 

Sementara itu, di saat yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Marah itu berasal dari setan. Sementara setan diciptakan dari api dan api hanya dapat dipadamkan dengan air. Karena itu, jika di antara kalian ada yang marah segeralah berwudhu.” (HR. Ahmad bin Hanbal)


Duduk dan berbaring

Abu Dzar al-Ghifari melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila ada di antara kalian yang marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Apabila kemarahan tersebut belum juga reda, berbaringlah.” (HR. Ahmad bin Hanbal)


Kristen Kecewa, Ternyata Yesus Muslim.. Berikut Bukti dan Faktanya

By On Desember 27, 2020



Seorang yang disebut muslim apabila dia sudah menjalankan kelima rukun Islam yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Dan bagaimana dengan Yesus? Benarkah Yesus seorang muslim? Apalagi fakta bahwa ternyata Yesus juga mengajarkan umatnya untuk bersyahadat, shalat, puasa, zakat, haji, dan melaksanakan ibadah kurban sebagaimana yang dilakukan umat Muslim. Mengapa umat Kristen yang percaya ajaran Yesus justru meninggalkan ibadah tersebut? Bahkan perintah untuk bersujud sebagai ibadah mereka menggantinya dengan beryanyi? 

Ini Adalah Bukti bahwa Yesus Muslim Menurut Kitab Injil

1. Yesus mengajarkan umatnya bersyahadat
Yohanes Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal dia, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.{ Yohanes 17:3 }

2. Yesus mengajarkan umatnya Sholat dan bertobat
Matius Sejak waktu itulah Yesus memberitakan : "Bertobatlah, sebab Surga sudah dekat!"
Maka Ia MAJU, lalu bersujud dan berdoa, Berkata: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan sebuah yang Engkau kehendaki.”{ Matius 4:17 }

3. Yesus sunat
Lukas ketika sudah genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.{ Lukas 2:21 }

4. Yesus puasa
Matius Matius Dan setelah berpuasa selama empat puluh hari dan malam, akhirnya laparlah Yesus.{ Matius Matius 
4:2 }

Matius berkata "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat
upahnya { Matius 6:16 }

5. Yesus mengajarkan untuk berbuat amal sholeh (berbuat baik)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah engkau melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kanan dan kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam ke padamu. Kamu telah mendengar firman, bahawa: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.{ Matius 5:39 }

6. Yesus Mengucapkan Insya Allah
Dalam perencanaan berkaitan dengan hal-hal yang akan datang kita diajarkan untuk tidak mendahului kehendak yang diatas dengan memastikan segala sesuatunya namun hendaknya kita mengucapkan Insya Allah. Ajaran yang sama telah disampaikan oleh Nabi Isa Almasih as/Yesus Kristus kepada umatnya {Yakobus 4:13-17} (kalimat "JIKA TUHAN MENGHENDAKINYA" pada ayat ke-15,dalam ALKITAB EDISI BAHASA ARAB, tertulis "INSYA ALLAH").

7. Yesus Mengajarkan Wanita Untuk memakai Jilbab
PERINTAH MENUTUP AURAT BAGI PEREMPUAN.
"Tetapi PEREMPUAN YANG BERDOA ATAU MENUDUNGI DENGAN KEPALA sedangkan yang TIDAK BERTUDUNG, iyalah menghina kepalanya karena ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab JIKA PEREMPUAN TIDAK MAU MENUDUNGI KEPALANYA,maka ia wajib menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan bahwa rambutnya dipotong, MAKA HARUSLAH IA MENUDUNGI KEPALANYA."{ 1Korintus 11:5-6 }

8. Yesus Mengajarkan Bersuci / Wudhu
"MUSA DAN HARUN serta anak-anaknya MEMBASUH TANGAN DAN KAKI MEREKA DENGAN AIR Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, MAKA MEREKA MEMBASUH KAKI DAN TANGAN - SEPERTI YANG DIPERINTAHKAN TUHAN KEPADA MUSA." {Keluaran 40:31-32}

9. Mengajarkan Mengkafani Jenazah
"Dan Yusufpun mengambil mayat itu, MENGKAPANINYA DENGAN KAIN LENAN YANG PUTIH BERSIH."{Matius 27:59}

Tetapi,yang terjadi sekarang adalah umat Nasrani tidak meneladani Kesederhanaan Pemimpinnya sendiri.


Sumber: Kumpulanmisteri.com

KISAH NYATA..!!PUTRI SEORANG USTAD DAN USTADZAH YANG MASUK KATOLIK.!!DAN SANGAT MENGEJUTKAN SETELAH NUR LAILA MENJADI KATOLIK...!!!

By On Desember 27, 2020



 Kesaksian Serta Cerita Riil Nur Laila Seseorang Muslimah Malaysia Masuk Kristen : “Saya Terima Sayidina Isa Al-Masih (Yesus Kristus) Sebagai Penebus Dosa Saya Serta Juga Sebagai Rabbi Serta Tuhan Saya Sendiri! “

Nama saya Nur Laila. Saya yaitu seseorang Muslimah yang sudah mengikut serta mentaati segala-gala yang sudah diajari oleh ibu-bapa saya, terutamanya dalam beberapa hal iman serta keislaman. Namun walau bagaimanapun, makin saya lebih jadi membesar, hati serta jiwa saya masihlah kekosongan sahaja meskipun saya sudah mencari jawapan soalan-soalan kehidupan dari agama Islam dan ajaran-ajarannya.

Pada sehari, saya sudah terjumpa dengan jawapan dan penyelesaian pada semuanya keruncingan serta keresahan rohani di dalam jiwa serta hati saya. Mulai sejak saat itu, saya sudah bisa mengenal-Nya lebih mendalam lagi, hari untuk hari.

Saya dilahirkan dalam keluarga Islam. Ibu serta bapa saya yaitu pengikut Islam yang cukup warak serta bertakwa. Datuk saya sudah mengajar saya mengaji al-Quran mulai sejak saya berusia empat th. hingga saya mencecah tujuh th.. Sebagai seorang Muslimah yang bertaqwa, saya menunaikan ibadat solat saya lima kali satu hari serta pelajari pengajian Islam dari jam 6 petang hingga 8. 30 malam sehari-hari Sabtu ke Khamis.
Sesudah selesainya evaluasi di sekolah menengah, pendidikan saya dilanjutkan lagi di institut pengajian tinggi (IPT) di mana saya telah belajar pendidikan umum dan pendidikan Islam.

Saya telah tekuni sekian banyak tentang agama Islam, serta mengerti ilmu-ilmunya dengan cukup mantap, meskipun juga sekian, Islam tidak bisa menentramkan jiwa saya atau menghasilkan kehidupan yang bermakna ataupun jadi panduan hidup buat saya lewat cara serius. Keadaan dalam hati dan jiwa saya masih tetap lagi kosong dan gelisah sahaja dan saya tidak pernah nikmati apa yang difahami sebagai kasih-sayang Tuhan Allah agama Islam itu!

Setelah mengerti telahaan dan pengajian agama Islam, saya jumpai bahawa seolah-olah kasih-sayang Allah itu tidaklah kasih sayang Tuhan yang sebenar atau yang paling disayangi yang sesungguhnya. Lebih-lebih lagi, kasih sayang Allah agama Islam yakni begitu terbatas dan bersyarat sekali ; saya terpaksa sekali kerjakan semuanya type hal dan ketetapan supaya saya melayakkan diri supaya dapat alami kasih-sayang-Nya, yaitu ‘irrahman dan arrahim-Nya’! Saya tidak mengakibatkan soalan-soalan seperti ini pada orang-tua saya kerana mereka menganggapi pertanyaan seperti itu yakni ‘dosa besar’!

Disuatu hari, sesudah saya menunaikan melaksanakan ibadah sholat saya pada Allah, saya telah menangis dan rasa haru menyelubungi saya oleh kerana saya tak dapat tahu atau merasa apakah itu kasih dan sayang Allah swt itu! Tak lama kemudian, saya telah buka radio saya dan kebetulan sekali, cocok saat itu yaitu siaran stesyen radio Kristian. Seorang wanita Kristian tengah membaca daripada Kitab Suci Injil, Matius fasal 11 ayat 28, yang berbunyi :

‘Sayidina Isa berkata : “Marilah kepada-Ku, hai anda semua yang letih lesu dan menanggung beban berat, Saya akan berikan kelegaan bagimu. “‘
Saya telah memikirkan pada diri saya : “Siapakah Sayidina Isa ini, yang bisa dan dapat menganugerahkan kelegaan pada umat manusia yang berbeban berat? Saya masih tetap ingat mengemukakan kepadaNya, “Kalau Engkau sesungguhnya Ilahi, dan Sayidina Isa yang sebenarnya telah mengatakan seperti itu, tolonglah, biarlah saya tahu Engkau! “
Pada Th. Pertama saya di Universiti, saya dijemput ke satu keramaian oleh bebrapa rekanan saya. Biasanya mereka di situ yakni orang beragama Kristian. Saya telah mendengar cerita tentang Sayidina Isa Al-Masih sekali lagi. Satu ungkapan yang cukup unik telah menarik perhatian saya, yakni : “Sayidina Isa mengasihi anda. ” Saya teringat ketika waktu itu, di mana pencarian saya untuk kebenaran kasih-sayang Allah swt yakni hampa sahaja. Jadi saat itu, saya teringin untuk kenali siapakah
Sayidina Isa itu sebenarnya kerana apabila Dia sesungguhnya mengasihi saya, saya akan jadi pengikutNya yang setia! Oleh sebab itu, saya telah berkata pada Sayidina Isa :“Sayidina Isa Al-Masih, apabila sesungguhnya
Engkau Ilahi, dan mengasihi saya, izinkanlah saya tahu Engkau! 

Dua malam lantas, sambil tidur saya telah miliki mimpi.
Mimpi saya itu tampakkan satu sinar yang begitu indah di depan pintu tempat tinggal saya! Saya menginginkan menjamah sinar itu, namun kaki saya tersangkut pada lantai juga! Pada saat yang sama, terdengar nada ibu saya : ”Jangan mendekati sinar itu. ” Saya sudah terbangun dengan mendadak dalam kondisi berpeluh. Saya kurang faham apakah maksud sinar indah itu serta menceritakannya pada rekan Kristian saya mengenai mimpi saya serta dia menerangkan bahawa saya mesti meneliti Kitab Injil untuk merasakan jawapannya. Serta jawapannya ada didalam nas Injil, Yahya fasal ayat 5 :

“Selagi Saya ada didunia ini, AKULAH TERANG DUNIA. ”

Demikianlah bunyinya kalimat Sayidina Isa serta sebenarnya Baginda yaitu jelas dunia. Saya menginsafi ketika itu juga Baginda kehendaki saya sedar serta mengaku bahawa Dialah hanya satu Jelas Dunia serta saya mesti ikuti jalan Baginda! Mulai sejak mimpi saya itu, saya sudah membaca, membahas serta meneliti kitab Kesepakatan Baru dalam Kitab Suci Injil pada sehari-hari. Makin saya memahami ilmu dan pengetahuan saya dalam Sayidina Isa Al-Masih serta menginsafi siapakah Baginda sesungguhnya, makin terang sekali kalau rencana Isa Al-Masih didalam Islam serta al-Quran sangatlah dangkal sekali!

Saya sudah menyerahkan semua jiwa serta kehidupan saya kedalam genggaman Sayidina Isa! Saya juga sudah khuatir bakal perhubungan saya dengan keluarga saya kerana mereka yaitu Muslim ; serta saya, sebagai seseorang pengikut Sayidina Rabbani Isa Al-Masih mungkin saja mereka bakal menganiayai saya. Walaupun begitu, Tuhan Allah sudah memberi hikmat-Nya pada saya untuk bertahan dalam semua jenis halangan serta cabaran. Seandainya iman saya tak tabah, keluarga saya akan tidak bisa mengetahui Tuhan serta Allah yang sebenar. .


Lalu, Tuhan menganugerahkan saya mimpi-mimpi yang sudah jadi riil! Walaupun juga bhs ibunda saya bhs Melayu, saya juga fasih dalam bhs Thai. Satu dari pada mimpi itu melibatkan keluarga teman dekat saya yang mana ibu-bapanya pelajari bhs Thai dari pada saya. Didalam mimpi saya itu, mereka ada diatas satu bukit serta kondisi disana sangat kering.

Mereka terlihat begitu letih serta mendadak anak lelaki bongsu mereka sudah jatuh tergelincir kedalam lembah dibawah bukit itu. Mereka begitu gelisah mengenai anak mereka itu serta menangis bersedu-sedu kerana kondisinya. Ketika itu, saya juga sudah mendadak terbangun dari tidur serta sejak dari bahawa Tuhan Allah kehendaki saya mendoakan untuk keselamatan keluarga didalam mimpi saya itu. Dua hari lalu, seseorang rekan memberi tahu saya kalau keluarga ini tengah ada didalam hospital serta anak lelaki bongsu mereka juga dimasuki ke hospital dalam kondisi yang serius.

Sukur Alhamdulillah! Sesudah saya mendoakan buat mereka dan untuk pemulihan mereka sekeluarga, didalam nama Sayidina Isa Al-Masih, mereka semuanya sudah pulih serta kesihatan mereka telah sembuh kembali seperti umum 100 peratus! Mimpi-mimpi dari Allah seperti berikut sudah membantu saya mengukuhkan iman saya didalam Allah dan didalam Jalan-Nya yang benar – yaitu Sayidina Rabbani Isa sendiri, yang sudah menyebutkan :

 “Akulah JALAN, serta KEBENARAN serta HIDUP. Tak seseorang juga datang pada Bapa terkecuali lewat Saya. ” Yahya 14 ayat 6.

Dua th. setelah momen mimpi itu, saya sudah memeluk ajaran Injil dan terima Sayidina Isa Al-Masih sebagai Penebus dosa saya serta sebagai Rabbi serta Tuhan saya sendiri! Saya juga sudah menerangkan pada ibu saya sebab-sebab kenapa saya bikin ketentuan itu. Seperti umum, dia berasumsi kalau saya lakukan suatu hal yang ‘kurang bijak’, walau demikian, saya menginformasikan padanya bahawa saya sudah mengetahui Tuhan Allah yang sebenarnya hakiki serta benar.

Orang-tua saya kurang suka dengan ketentuan saya untuk jadi seseorang pengikut Sayidina Isa Al-Masih. Berikut reaksi yang umum untuk ramai umat Islam khasnya jika mereka cuba mengatasi orang Islam yang sudah menampik ajaran Islam serta menginginkan jadi pengikut Sayidina Isa yang sejati meskipun atas sebab-sebab yang cukup lumrah!

Walau bagaimanapun, sebagai seseorang yang telah dewasa, mereka sedar kalau ketentuan saya ini mesti dihormati oleh semuanya pihak. Saya sudah juga serahkan keluarga saya yang tersayang kedalam tangan Allah swt, serta saya meyakini mereka akan menginsafi siapakah Tuhan Allah yang sesungguhnya dan memeluknya dengan sebulat hati.


Sumber : http://www.sebarkandanbagikan.com/

Benarkah Setiap Manusia Diikuti Jin Qarin Selama Hidup di Dunia?

By On Desember 18, 2020



Siapakah jin qorin itu dan apa tugasnya?


Istilah qarin terdapat dalam Al Quran dan juga hadist Rasulullah SAW. Berikut dalil yang menyebutkan tentang jin qarin dan juga penjelasan ulama mengenai siapa dan apa tugas jin qarin mengikuti manusia?


Pernahkah kamu mendengar ada yang menyebut bahwa setiap manusia pasti disertai qarin? Lantas, apakah kamu tahu apakah qarin itu? 


Qarin adalah teman dari kalangan jin yang selalu menemani kapan pun dan dimana pun manusia berada selama di dunia. Namun, apakah sebenarnya yang dimaksud qarin, apakah itu jin, setan atau yang lainnya? 


Pakar Ahli Tafsir Alquran, Prof M Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya Mistik, Seks, dan Ibadah, istilah qarin ditemukan dalam Alquran dan juga hadits. 


Allah berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 36 :


وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ


“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Mahapemurah (Alquran), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan)."


Setan yang dimaksud ayat tersebut adalah qarin atau teman yang selalu mengikuti manusia selama hidup di dunia. 


Dalam hadits Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW juga menyebutkan perihal qarin, beliau bersabda.


عن ابن مسعود رضي الله عنه أن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال “ما منكم من أحد إلا وقد وُكِّل به قَرِينُه من الجن وقرينُه من الملائكة” قالوا: وإيَّاك؟ قال: “وإيَّايَ إلا أن الله أعانني عليه فأسلم فلا يأمرني إلا بخير"


“Tidak seorang pun di antara kamu kecuali telah ditetapkan bersamanya qarin (pendamping dari makhluk jenis jin atau setan). Para sahabat lalu bertanya, “Walau engkau wahai Rasul Allah?” 


Rasulullah menjawab “Aku pun demikian, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku sehingga aku selamat atau (dengan terjemahan yang lain) sehingga dia memeluk Islam."


Qarin yang ditegaskan dalam hadits tersebut yaitu mereka yang membisikkan pikiran-pikiran buruk dalam hati manusia. 


Rasulullah menyebut bisikan tersebut sebagai lammah syaithaniyah. Ada juga lammah malakiyah, yakni dorongan malaikat. Tak hanya itu, qarin juga disebut dalam surat Qaf ayat 23-24:


وَقَالَ قَرِيْنُهٗ هٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيْدٌۗ اَلْقِيَا فِيْ جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيْدٍ 


“Dan berkata qarin atau temannya : inilah di sisiku telah tersedia. Lemparkanlah oleh kamu berdua wahai malaikat ke dalam Jahanam semua yang sangat ingkar dan keras kepala.”


Kata qarin atau teman yang teradapat di ayat tersebut, dipahami sebagian ulama dalam arti setan yang menyertai manusia saat di dunia. 


Dialah yang berkata, “Orang kafir yang ada di sisiku ini telah siap untuk dimasukkan ke dalam neraka karena aku telah menyesatkannya.”


Ada pula yang berpendapat qarin yang dimaksud adalah malaikat penggiring manusia dalam neraka. 


Oleh sebab itu, manusia harus selalu waspada akan godaan dan hasutan qarin ataupun setan di sekitar kita. Entah dalam keadaan sendiri atau bersama orang lain. 


Senantiasa membaca basmillah setiap akan beraktivitas, agar diri kita dijaga oleh Allah SWT dan dilindungi dari segala keburukan. 


Wallahu a'lam bishawab. 




sumber : wajibbaca.com

Saat Paman Nabi Meninggal, Inilah Cara Allah untuk Menenangkan Hati Rasulullah

By On Desember 16, 2020


Abu Thalib adalah sosok yang teguh membela dakwah Nabi


Nabi Muhammad SAW mengalami duka yang mendalam saat kehilangan Abu Thalib, sosok yang senantiasa membela dan melindunginya. Saat kepergiannya, Allah menenangkan hati Rasulullah dengan menurunkan ayat berikut ini. 


Saat Allah SWT mencabut nyawa paman Nabi, Abu Thalib, Rasulullah merasakan duka yang mendalam atas kepergiannya. 


Sebab Abu Thalib adalah paman Nabi yang mengasuhnya saat anak-anak dan melindungi Nabi Muhammad secara totalitas.


Ia juga paman Nabi yang peduli dan teguh dalam membela dakwah Rasulullah SAW. Padahal Abu Thalib sendiri belum sempat beriman dan mengucapkan syahadat hingga ia meninggal. 


Meski begitu, terdapat hikmah yang besaar mengenai kepergian Abu Thalib. 


Hikmah Dibalik Kepergian Abu Thalib 

Pakar Ilmu Tafsir asal Indonesia, Prof Quraish Shihab, dalam buku berjudul Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW mengungkapkan hikmah di balik meninggalnya Abu Thalib tersebut. 


Disebutkan bahwa boleh jadi apa yang dilakukan Allah adalah untuk membantah adanya dugaan yang bisa jadi muncul dari sebagian orang atas peranan Abu Thalib. 


Sebab bisa jadi ada dugaan bahwa Abu Thalib memiliki peran yang besar, sehingga tanpa pembelaannya Islam tidak dapat tersebar. Sepertinya Allah hendak menghapuskan adanya dugaan tersebut.


Oleh sebab itu, Allah pun mencukupkan tugas Abu Thalib di dunia dengan mewafatkannya agar terbukti dengan gamblang dan mutlak peran Allah dalam penyebaran Islam. 


Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 126: 


"Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." 


Sebab ada atau tidak adanya Abu Thalib, Allah SWT telah menjamin Rasul-Nya bahwa dia tidak mungkin akan dilukai dan disakiti oleh siapapun. 


Cara Allah Menenangkan Hati Rasulullah SAW


Allah SWT seolah juga hendak menenangkan hati Rasulullah SAW, dibuktikan dari isi firman Allah dalam Surah Al-Maidah ayat 67 yang berarti: 


"Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

Dalam potongan ayat yang tertulis, 'Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia', menunjukkan bahwa Allah SWT akan menjaga Nabi Muhammad. 


Dalam ayat ini secara tersirat Allah SWT seolah hendak menenangkan Muhammad SAW dalam menjalankan dakwahnya. 


Meski Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh orang yang melindunginya selama ini, tetapi Allah hendak mengingatkan kepada Muhammad bahwa Allah SWT akan selalu berada di sisinya dan melindunginya. 


Dengan begitu Rasulullah SAW bisa fokus pada perjuangan dakwahnya dan juga tenang dan bersabar dalam menghadapi segala ujian dan gangguan dari manusia.


Masyaallah, hal ini pun bisa menjadi pengingat bagi setiap manusia, bahwa tiada seorang pun di dunia ini yang bisa menjadi sandaran dan pelindung bagi kita, kecuali Allah SWT. 


Untuk itu, jika kita kehilangan seseorang yang kita sayangi, maka ingatlah ada Allah SWT yang senantiasa berada disisi-Mu dan menjaga-Mu. Inshaallah dengan begitu hati kita bisa menjadi lebih tenteram.




sumber : wajibbaca.com

6 Tanda Sholatnya Orang Munafik, Jangan Sampai Kita Termasuk Didalamnya

By On Desember 16, 2020



Tak hanya dusta, ingkar dan khianat 

Berikut ciri-ciri orang munafik dalam melaksanakan ibadah sholat. Apakah ada ciri-ciri kemunafikan dalam dirimu? Jika ada, maka pergunakan kesempatan umur yang diberikan Allah SWT untuk mengubahnya. Semoga kita dijauhkan dengan sifat-sifat kemunafikan. 


Dalam bahasa Arab dan ajaran Islam, munafik merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama tetapi sebenarnya tidak mengakui agama dalam hatinya. 


Allah SWT sangat membenci orang-orang yang munafik sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya di Surat An Nisa ayat 142: 


"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."


Berdasarkan hadist dan ayat-ayat di Al Quran terdapat tiga ciri orang munafik. Diantaranya adalah berdusta, ingkar dan juga berkhianat. 


Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat.” (HR. Al-Bukhari)


Selain tanda-tanda tersebut, ada pula ciri-ciri orang munafik lainnya, utamanya dalam urusan ibadah sholat. Ciri-ciri tersebut diterangkan dalam hadist berikut ini: 


“Itulah shalat orang munafik. Itulah shalat orang munafik. Itulah shalat orang munafik. (Yaitu) dia menunggu matahari sampai hampir terbenam kemudian dia berdiri (untuk shalat ashar), lalu mempercepat (tanpa ada rasa khusyuk sedikitpun) empat rakaat, tanpa mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit sekali.” (HR. Imam Muslim)


6 Ciri Shalatnya Orang Munafik 

Imam Ibn al-Qayyim rahimahullah juga pernah menyebutkan ada enam sifat dalam sholat yang merupakan ciri orang munafik:


Malas dalam mengerjakannya

Ingin dilihat manusia ketika melaksanakanya

Menunda-nunda waktunya

Tergesa-gesa dalam gerakannya

Sedikit mengingat Allah di dalamnya

Tertinggal dari jama’ahnya (meninggalkan sholat berjamaah bagi kaum pria).

(As-Shalatu wa Hukmu Tarikiha: 1/173).


Lantas, adakah sifat-sifat tersebut dalam dirimu? Jika ada, semoga muncul rasa takut dan khawatir dalam diri kita, sehingga ada perasaan ingin berubah dan menjadi hamba yang lebih baik lagi. 


Sebab Allah SWT adalah maha pengampun dan penerima taubat. 


Malas Berjamaah dan Berat Kerjakan 2 Shalat ini 


Selain ciri-ciri diatas, ada ciri lainnya dari orang munafik perihal menjalankan ibadah sholat. Orang munafik biasanya malas melakukan shalat berjamaah. 


Tak hanya itu, ada pula dua macam shalat yang paling berat bagi kaum munafik, yakni shalat Shubuh dan shalat Isya. 


Perihal itu, Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa saat datang waktu Isya biasanya orang-orang sudah kelelahan selama seharian beraktivitas dan bekerja sehingga timbul rasa malas untuk melaksanakan shalat.


Sama halnya dengan saat waktu subuh, mereka lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya, dibandingkan dengan melaksanakan shalat. 


Padahal, Rasulullah mengungkapkan jika mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya niscaya mereka akan mendatanginya meski merangkak. 


Di dalam QS al-Maun, Allah SWT pun mengecam orang-orang yang lalai dalam shalatnya. Sehingga Allah tak segan-segan mencelakai orang yang lalai dalam shalatnya.


Allah SWT berfiman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-2). 


Itulah ciri orang munafik dalam shalatnya. Jika kita masih sering malas dan berat dalam shalat, mulai sekarang marilah bertaubat sesegera mungkin. Mumpung Allah SWT masih memberikan kesempatan pada kita berupa umur dan juga kesehatan. 


Mudah-mudahan Allah memudahkan dan meringankan langkah kita untuk menjalankan shalat yang merupakan tiang agama ini. Aamiin ya robbal alamin




sumber : wajibbaca.com

Dibandingkan dengan Mensos, Pak Aan Penjaga Kantin yang Tetap Bersedekah Meski Kesulitan

By On Desember 14, 2020

 


Diungkapkan keduanya memiliki hati, pemikiran dan sikap yang berbeda 


Pak Aan hanyalah penjaga kantin, yang bahkan terpaksa tutup karena pandemi Covid-19. Seolah tak menyerah beliau tetap berusaha keras dan bahkan masih bisa memberikan bantuan sembako pada orang-orang yang membutuhkan. Ini kisahnya.


Kasus dugaan suap dana bansos Covid-19 yang menjerat Menteri Sosial Juliari Batubara, benar-benar membuat masyarakat geram dan tak habis pikir. 


Masyarakat tak menyangka di tengah kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19 yang kian mencekik, kok masih ada pejabat tinggi yang tega makan uang rakyat.


Sontak sosok Mensos Juliari Batubara menyita perhatian dari masyarakat. Sikapnya dinilai sangat bertolak belakang dengan seorang penjual makanan kantin yang bernama Andriyan Bima alias Pak Aan ini.


Dikisahkan dalam sebuah unggahan di akun instagram @noviangelang, Pak Aan merupakan seorang penjaga kantin di kantor tempat Novian bekerja.


Sayangnya, karena pandemi Covid-19 membuat Pak Aan tidak bisa lagi berjualan di kantin. Padahal dia memiliki 5 anak yang harus dihidupi.


"Tadi, aku mendapat cerita dari @noviangelang di ig story dia tentang seseorang yg menurutku pantas untuk dibagikan dan mendapat apresiasi lebih. Di saat semua situasi sedang sulit, ternyata masih ada orang baik," tulis Dita di akun twitternya.


Lalu dalam unggahan tersebut Dita membagikan unggahan Novian yang menceritakan tentang kisah hidup Pak Aan. 


Kisah Hidup dan Kedermawanan Pak Aan

Pak Aan bukanlah berasal dari orang kaya yang berkecukupan segalanya, beliau hanyalah seorang penjaga kantin yang menghidupi keluarganya dengan menjual makanan. 


Akibat pandemi Covid-19, memaksa beliau untuk menutup kantinnya dan hanya bisa berjualan melalui online, dengan menawarkan ke pelanggan melalui Whatsapp. 


Dalam hal ini, Novian mengenal pak Aan, karena beliau bekerja di kantin kantor Novian. Saat pandemi, kantor Novian hanya memberlakukan kerja 50:50, sehingga tak banyak orang yang memesan. 


Bahkan terkadang, Pak Aan hanya menerima pesanan 3-5 kotak saja dari kantor tersebut, per hari. Padahal biaya hidup ia dan keluarga tidaklah sedikit. Apalagi ia memiliki 5 orang anak yang harus dihidupi. 


Meski di tengah kesulitannya, ia ternyata melakukan aksi mulia di tengah pandemi ini. Ia rutin membeli sembako dan membagikannya kepada anak yatim piatu, dhuafa dan juga lansia setiap hari Jumat.


Program Jumat Berkah


Ia menamakan program tersebut sebagai program "Jumat Berkah". Tak hanya itu, beliau juga kerap memberikan makan gratis di setiap hari Jumat kepada pelanggannya, termasuk Novian. 


Kisah ini menjadi pengingat dan khususnya tamparan keras bagi para penguasa negeri yang tak pernah kekurangan materi, tapi tetap serakah terhadap uang rakyat. 


Padahal sejatinya, harta di dunia bukanlah hal utama yang dicari di dunia ini, melainkan amalan untuk bekal akhirat kelak. 


Semoga kisah ini juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tetap berbuat baik dan rajin bersedekah meski dalam kondisi sulit. Inshaallah, bukan malah berkurang, rezeki justru akan bertambah. 




sumber : wajibbaca.com

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==