Kategori

7 Makanan Khas Palembang Legendaris dan Enak, Selain Pempek

By On Agustus 07, 2020


 Ada berbagai macam makanan khas Palembang. Bicara soal kuliner Palembang, banyak orang akan langsung teringat dengan pempek atau empek-empek Palembang.


Selain pempek, ternyata makanan khas Palembang ada banyak sekali lho, guys. Mulai dari makanan ringan, makanan berat, kudapan, hingga jajanan kaki lima.


Dalam artikel ini, Indozone akan merekomendasikan beberapa kuliner khas Palembang yang sangat cocok kamu coba saat berkunjung ke Ibu Kota Sumatera Selatan ini.


Makanan Khas Palembang Paling Enak dan Murah Meriah

Puluhan makanan khas Palembang bukan cuma lezat, namun juga ada kaitan dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat Palembang.


Untuk harganya, kuliner khas Palembang kebanyakan dijajakan dengan harga terjangkau. Sementara soal rasa, kudapan asal Palembang dijamin bikin kamu ketagihan, deh.


Apa saja ya? Berikut dirangkum Indozone, inilah rekomendasi makanan khas Palembang paling enak dan murah meriah yang wajib kamu cicipi:


1. Pempek

makanan khas Palembang Pempek

Pempek atau empek-empek adalah salah satu makanan khas Palembang paling terkenal. Makanan ini terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dengan tepung kanji, serta beberapa komposisi lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa dan garam.


Untuk mencoba lezatnya rasa pempek asli Palembang, bisa kamu temukan dengan sangat mudah di seantero Kota Palembang. Ada yang menjual di restoran, ada yang di pinggir jalan, dan juga ada yang dipikul.


Biasanya, pempek disajikan dengan tambahan saus khusus, terbuat dari campuran gula merah, cabai, bawang putih, garam, dan udang ebi.


2. Tekwan

makanan khas Palembang tekwan paling enak

Tekwan adalah sejenis penganan khas Palembang yang terbuat dari campuran daging ikan dan tapioka, yang dibentuk berupa bulatan kecil-kecil, lalu disajikan dalam kuah udang dengan citarasa khas.


Biasanya pelengkap tekwan adalah mi soun atau bihun, irisan bengkoang dan jamur kuping, kemudian ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng.


Makanan ini disebut tekwan karena berasal dari kata 'Berkotek Samo Kawan', yang dalam bahasa Palembang artinya duduk mengobrol bersama teman.


3. Laksan

makanan legendaris khas Palembang Laksan

Makanan legendaris khas Palembang berikutnya adalah laksan. Bahan baku membuat laksan ini yaitu sagu dan ikan.


Laksan dibuat dalam bentuk oval dengan rasa yang hampir mirip seperti pempek. Bedanya, laksan biasa disajikan dengan menggunakan kuah santan.


4. Celimpungan

makanan asli Palembang celimpungan

Celimpungan adalah makanan asli Sumatera Selatan, Palembang. Bisa dibilang, ini makanan turunan dari pempek dan sulit ditemukan di hari biasa, karena kerap dijadikan hidangan saat Lebaran.


Bahan dasar untuk membuat celimpungan adalah adonan sagu dan ikan, seperti halnya empek-empek yang juga berasal dari Palembang.


Bedanya celimpungan dengan pempek terletak pada bentuk dan kuahnya. Celimpungan berbentuk bulat dengan diameter 10 centimeter dan tipis (pipih).


Kuah celimpungan terbuat dari santan dan racikan bumbu-bumbu lainnya. Celimpungan biasanya dimakan bersama sambal goreng khas.


5. Burgo

kuliner khas Palembang burgo

Sekilas, tampilan burgo mirip dengan kwetiaw. Bahan baku membuat kuliner khas Palembang ini yaitu adonan tepung beras dan tepung sagu, ikan gabus yang dimasak seperti dadar tipis, sebelum kemudian digulung dan diiris kasar.


Selain itu, proses pembuatan burgo juga memakai bumbu-bumbu tambahan, seperti lengkuas, ketumbar, biji kemiri, kencur, bawang merah dan putih, gula pasir, daun salam, dan sedikit kapur sirih.


Makanan ini dapat digolongkan sebagai makanan kecil dan bukan makanan utama. Burgo bisa kamu temukan di warung-warung khas Palembang dan biasanya disajikan bersama dengan makanan lain seperti lakso, laksan, dan celimpungan.


Agar terasa lebih nikmat, burgo enaknya disantap saat masih hangat, sehingga warung-warung biasa menjajakan burgo dengan kompor untuk menghangatkannya.


6. Lakso

makanan mie khas Palembang lakso

Lakso adalah hidangan mie gurih khas Palembang yang disajikan dalam kuah berbahan santan kelapa berwarna kekuningan. Biasanya, lakso dicampur dengan ikan dan ditaburi bawang goreng.


Secara sederhana, lakso sering digambarkan sebagai laksa -lauk berkuah dengan campuran soun dan daging ayam- bergaya Palembang.


Namun sebenarnya, kuliner Palembang ini sangat berbeda dari laksa yang biasa ditemukan di negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.


Lakso sangat mirip dengan burgo, meskipun tekstur seperti panekuk -penganan dadar- dari tepung beras yang dilipat, dipotong, dan dihidangkan dalam kuah santan berwarna putih.


Di Palembang, lakso bersama dengan burgo adalah pilihan jajanan populer yang disukai masyarakat Palembang untuk disantap saat sarapan.


7. Mie Celor

makanan khas Palembang mie celor

Ingin coba makanan khas Palembang dengan menu mie? Nah, hidangan mie celor bisa kamu coba. Tekstur mie celor biasanya lebih tebal dan lurus, menggunakan kaldu udang untuk menambah rasa gurih pada mie.


Mie celor dibuat dari mie gandum kuning agak besar dengan ukuran mirip dengan mie udon Jepang. Enaknya, mie celor disajikan dengan tambahan tauge dan telur rebus, lalu ditaburi dengan seledri segar, daun bawang dan bawang merah goreng.


Itulah beberapa rekomendasi makanan khas Palembang legendaris dari zaman dahulu, paling enak, dan murah meriah. Kamu sendiri, sudah pernah mencicipi kuliner Palembang yang mana, guys?

Tak Perlu Direbus Terlalu Lama, Ini Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau dan Alot

By On Juli 29, 2020




Supaya daging kurban bisa jadi hidangan yang nikmat untuk disantap keluarga. Jangan sampai daging kambing jadi alot atau bau ya. Untuk itu jangan lakukan cara lama bun, ini tips dan trik mudah agar daging kambing tidak bau dan alot.

Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari, tepatnya kurang 3 hari lagi. Apakah Anda sudah tahu ingin memasak menu apa di hari raya kurban nanti?

Selain memilih menu masakan, yang tak boleh dilupakan saat mengolah daging ialah berapa lama merebus daging agar empuk dan tak bau. Terutama pada daging kambing.

Meskipun kerap dianggap sepele, jika cara mengolah dan merebus daging kambing tidak tepat, bisa jadi malah membuat daging terasa alot dan tetap bau.


Ternyata, tidak boleh asal, mengolah dan merebus daging kambing memiliki teknik-teknik khusus yang harus diterapkan. Berikut ini cara mengolah hingga merebus daging kambing yang baik agar empuk, tidak bau, dan mudah diolah:

1. Memasak dalam panci besar

Banyak koki merekomendasikan untuk merebus daging kambing dalam panci besar dengan api sedang. Hal ini perlu dilakukan agar rasa dan kaldu daging tidak hilang.

Kemudian, saat merebus pastikan untuk membolak balik daging per satu menit setiap sisinya dengan spatula sambil menusuk-nusuk daging dengan garpu. Proses ini akan membuat kaldu dalam daging keluar dan daging menjadi lebih empuk.

2. Lumuri daging dengan nanas sebelum diolah

Teknik lainnya sebelum merebus daging ialah melumuri daging dengan nanas parut. Kemudian jangan lupa diamkan selama 30 menit.

Jangan sampai terlalu lama merendam daging dalam parutan nanas sebab bisa berpengaruh pada tekstur daging.


3. Rebus selama 60 menit

Rebus daging kambing selama 60 menit agar mendapatkan tekstur daging yang empuk menyeluruh. Jangan lupa tambahkan bumbu dan rempah-rempah agar daging tidak bau prengus.

Rempah-rempah yang bisa digunakan diantaranya ialah kunyit, jahe, bawang putih, kecap manis dan garam. Selain itu, tusuk-tusuk daging agar bumbu bisa meresap hingga ke dalam.

4. Merebus dengan kayu atau arang

Alternatif atau teknik lain yang bisa digunakan saat merebus daging ialah memasaknya di atas tungku kayu atau arang.

Selain panasnya stabil dan lebih irit, kompor tungku atau arang juga memberikan bau khas yang bisa membuat daging lebih wangi dan tidak bau prengus.

Itulah tips mengolah daging kambing agar tidak bau. Kini daging kambing sudah siap dimasak dengan berbagai resep masakan. Kira-kira menu apa yang akan Bunda hidangkan saat Idul Adha nanti?

Jangan Langsung Olah Daging Kurban Jadi Sate, Begini Cara yang Benar dari Ahlinya

By On Juli 29, 2020




Chef Stefu ungkapkan kenapa daging kurban tidak cocok diolah jadi sate. Jika terpaksa mengolahnya jadi sate, jangan lupa lakukan tips sederhana ini.

Idul Adha akan segera tiba hanya dalam hitungan hari. Mungkin Bunda  sudah merencanakan menu masakan tertentu untuk mengolah daging kambing atau sapi dari hasil kurban.

Dari tahun ke tahun, banyak orang memilih mengolah daging kurban jadi menu andalan dan favorit yakni sate. Namun ternyata, hal itu tidak disarankan, lho. Apa sebabnya?

Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group Chef Stefu Santoso mengungkapkan bahwa daging kurban yang baru dipotong masih sangat segar. Hal ini menyebabkan daging tersebut tidak bisa langsung dikonsumsi karena teksturnya masih keras.



Diperlukan waktu untuk proses aging atau pelayuan sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk.

"Untuk dijadikan sate saya tidak rekomen karena akan keras," kata Chef Stefu dalam sesi kulwap media, beberapa waktu lalu.

Agar tidak terlalu keras, daging bisa dibungkus terlebih dahulu dengan daun pepaya. Namun, tidak dianjurkan dilakukan terlalu lama sebab justru akan membuat rasa daging jadi pahit.

Pengolahan Selain Sate
Chef Stefu menyarankan agar daging kurban diolah dengan metode wet cooking atau metode makanan dimasak dengan menempatkannya pada air panas atau terekspos dengan uap panas.

Metode ini bisa membuat serat-serat daging menjadi lebih empuk sehingga lebih enak saat dikonsumsi.



"Cara terbaik adalah dimasak dengan cara stewed (direbus) atau wet cooking, atau masak dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan rempah-rempah," ujar President of Association of Culinary Professionals ini.

Beberapa menu yang bisa dicoba diantaranya ialah sop, gulai, tongseng, dan lainnya.

Untuk daging kambing, misalnya, menu lainnya yang juga bisa dicoba adalah "lamb kofta", di mana daging kambing giling diberi bawang bombai dan bawang putih cincang, daun ketumbar cincang, hingga jinten bubuk kemudian dibuat menjadi masakan mirip perkedel.

"Aduk semua bahan jadi satu, dibentuk bulat sesuai ukuran yang diinginkan kemudian panggang di atas pan dengan panas sedang hingga matang," pungkasnya.

Jangan khawatir meski tak bisa menikmati menu favorit sate, sebab kamu bisa mengolahnya jadi menu makanan lain yang tak kalah nikmat, lho!.

Kalau bingung, Bunda juga bisa cari-cari pilihan menu olahan daging yang enak dan disenangi oleh semua anggota keluarga.

Heboh Klepon Tidak Islami, Pemilik Foto Angkat Bicara!

By On Juli 22, 2020


Media sosial dikejutkan dengan trending topik yang aneh, 'Klepon Tidak Islami'. Ya, kalimat itu menyeruak di Twitter, bahkan sempat menduduki posisi tiga teratas topik hangat.

Akun Twitter @Irenecutemom salah satu yang ikut menyebarkan 'Klepon Tidak Islami'. Dalam unggahannya itu, terdapat foto klepon yang diberikan keterangan berupa: "Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami…"

Di foto itu juga diberikan keterangan 'Abu Ikhwan Aziz' yang sepertinya mengarah pada nama toko yang dimaksud keterangan di atas.

Setelah unggahan itu dibagikan, netizen langsung menyerbunya. Banyak dari mereka merasa bingung kenapa camilan manis tersebut dicap demikian. Sampai berita ini dimuat di Okezone, sudah hampir 20 ribu netizen menyukainya dan 13,4 ribu netizen membagikan ulang.

Berdasar pantauan Okezone, foto yang digunakan oknum tak bertanggung jawab yang membuat meme itu ternyata foto milik Dita W. Ichwandardi. Hal ini disampaikan @pinot di Twitternya.

"Foto @ditut ini dipakai tanpa sepengetahuan kami dan digunakan untuk menyebar informasi yang tidak sejalan dengan pemikiran kami," tulis Pinot.

Sementara itu, apa tanggapan Dita terkait dengan fotonya yang dipakai oknum tak bertanggung jawab?

Dilihat dari Twitter pribadinya, Dita memberikan pernyataan berikut ini: "Ciyan (kasihan, red) amat itu foto klepon gue," katanya. Dita menjelaskan, foto klepon itu dia ambil pada 2008 waktu dirinya masih aktif sebagai food-photographer dan food-blogger.

"Bangun tidur, kucek-kucek mata, apaan nih. Lihat Facebook, teman-teman food-blogger lama banyak yang nge-tag. Apal mereka sama foto-foto makananku (laugh). Masih enggak ngerti ada apaan, kenapa ramai-ramai klepon karena banyak post link-nya sudah dihapus. Ternyata oh ternyata tak Islami," paparnya.

Resep Pempek DOS Tanpa Ikan, Murah dan Anti Alot

By On Mei 22, 2020




Yuk cobain resep pempek dos atau pempek tanpa ikan ini. Dijamin rasanya tak kalah enak dengan pempek yang menggunakan. Selain itu bahannya murah dan mudah didapat lho.

Nama pempek DOS memang terdengar unik dan asing. Namun siapa yang tahu, ternyata nama tersebut diambil sebab saat menggoreng, pempek ini akan mengeluarkan letupan berbunyi 'dos..dos..dos'.

Bagi kamu yang belum tahu, pempek DOS adalah pempek yang dibuat tanpa tambahan ikan sedikitpun. Sehingga hanya mengandalkan tepung sagu atau tepung tapioka saja sebagai bahan bakunya, lho!

Agar rasanya semakin nikmat, pempek DOS juga bisa ditambahkan dengan kaldu ikan bubuk atau tambahan telur di dalamnya.



Perbedaannya dengan Pempek Palembang ialah pempek DOS terasa lebih kenyal.

Pempek DOS

Bahan adonan:


  • 250 ml air
  • 2 sdt kaldu bubuk ikan
  • 1,5 sdt garam
  • 125 gr tepung terigu
  • 2 btr telur ayam
  • 200 gr tepung sagu atau tapioka


Bahan isian:

Telur dikocok lepas dan tambahkan sedikit garam

Cara membuat pempek DOS:


  • Didihkan air, kaldu bubuk, garam kemudian masukkan terigu, aduk cepat hingga adonan kalis (gunakan api kecil) dan matikan api
  • Tunggu hingga agak hangat, masukkan telur dan aduk rata hingga adonan halus
  • Setelah itu, masukkan sagu dan aduk perlahan hingga rata dan adonan menyatu
  • Panaskan air sampai mendidih dan beri sedikit minyak. Ambil adonan secukupnya dan bentuk pempek sesuai selera, bisa berbentuk kapal selam
  • Bentuk adonan hingga berbentuk cekungan di tengah dan beri isian telur jangan sampai penuh
  • Satukan dengan cara menekan ujungnya hingga tertutup dan langsung masukkan ke dalam air mendidih
  • Rebus hingga mengapung, biarkan beberapa saat sampai matang, angkat dan tiriskan
  • Bisa langsung dimakan atau digoreng hingga kecokelatan



Cuko Pempek 

Bahan:


  • 500 ml air
  • 250 gr gula aren
  • 2 sdt pasta asam Jawa
  • Garam secukupnya
  • Bumbu halus:
  • 7 bawang putih
  • Cabai rawit sesuai selera


Cara membuat cuko:


  • Rebus gula aren dan asam Jawa hingga gula larut, kemudian saring
  • Masak kembali larutan gula bersama dengan bumbu halus, garam, dan masak hingga mendidih
  • Angkat dan sajikan dengan pempek DOS
  • Resep pempek DOS atau tanpa ikan ini bisa jadi pilihan. Jika kamu tak memiliki kaldu ikan bubuk, bahan ini boleh tidak digunakan.


Selamat mencoba membuat pempek DOS ya!

Inilah 4 Alasan Kenapa Mie Instan Buatan Warung Lebih Enak Daripada Bikinan Sendiri!

By On Mei 21, 2020


Indonesia emang terkenal sebagai salah satu negara pengonsumsi mi instan paling banyak di dunia. Bahkan, salah satu produk mi instan asal Indonesia, udah diekspor ke berbagai negara dan dimakan oleh jutaan masyarakat luar Indonesia karena keenakannya udah nggak diragukan lagi. Nggak aneh jika akhirnya masyarakat Indonesia begitu doyan mengonsumsi mi instan. Terbukti dengan menjamurnya warung yang selain menjual kopi, gorengan, bubur kacang ijo, tapi juga mi instan sebagai sajian makanan berat unggulan.

Anehnya, mi instan buatan penjualnya lebih enak daripada bikinan sendiri. Tadinya kami sempat menduga bahwa ada kaitannya dengan hal ghaib. Namun setelah melakukan analisis ulang secara mendalam, ternyata alasan mi instan buatan warung lebih enak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Nah kali ini Yukepo akan membeberkan alasan mie instan buatan warung lebih enak daripada buatan sendiri. Penasaran, 'kan?

1. Penjualnya sudah ahli

Hampir setiap hari bikin mi instan, dan sehari bisa bikin mi instan berkali-kali, tentu penjualnya udah expert banget. Walaupun cuma mi, kalau teksturnya nggak sesuai selera ya jadi nggak enak dong. Para penjual mi instan di warung ternyata udah tau perkiraan waktu memasak agar mi instan sesuai dengan pesanan. Makanya mi instan bikinan warung kerasa lebih nikmat.

2. Sawi dan bawang goreng

Makanan yang ditambahin bawang goreng emang mantep banget. Mi instan salah satunya nih! Biasanya kalau kita makan mi di warung, selalu ditambahin mi goreng dan sayuran seperti sawi hijau.Tambahan bawang goreng dan sawi ini emang bikin makin enak lho.

4. Saus, kecap, dan cabai rawit

Kalau kalian bikin mi sendiri, bumbu pelengkapnya paling cuma cabe rawit. Beda sama yang dibikin di warung nih. Kalau di warung, kalian bisa dapet bumbu tambahan seperti saus, kecap, bahkan sambal yang sudah diracik dengan cabai, bawang, dan lain-lain. Tentu rasanya lebih nikmat dibandingkan mie bikinan sendiri.

Harusnya kalau bikin mi instan air rebusannya selalu diganti kan, tapi ternyata kalau di Warmindo air rebusannya nggak diganti lho. Air rebusannya dipakai untuk merebus mi berulang-ulang. Makanya air rebusannya jadi lebih kental dan lebih nikmat. Emang nggak dianjurkan sih, tapi sekali-kali nggak apa-apa lah ya.

Nah itu dia guys alasan mi instan warung lebih enak dari mi instan buatan sendiri. ternyata perpaduan berbagai hal tadi yang menjadikan mi instan buatan warung terasa lebih lezat. Ditambah lagi oleh suasana warung yang riuh dan hangat yang selalu membuat ingin kembali ke warung untuk menyantap mi instan buatannya walaupun harus mengeluarkan uang lebih banyak ketimbang membuat mi instan sendiri.

Yukepo.com

Siap-siap Lebaran, Ini 3 Resep Lontong Anti Ribet yang Perlu Kamu Coba

By On Mei 19, 2020





Belum lengkap rasanya, jika lebaran tak menyiapkan hidangan lontong dan opor ayam ataupun sayur lodeh. Nah daripada ribet, yuk siapkan sajian lontong praktis ini. Tak perlu daun pisang lho, cukup dengan magic com!

Membuat lontong dengan daun pisang bisa dilakukan dengan berbagai cara mudah. Tak perlu khawatir jika kamu belum berpengalaman untuk membuatnya.

Sebab ini ada 3 resep lontong yang praktis dan anti ribet yang bisa kamu coba di rumah sebagai hidangan spesial di hari lebaran nanti.



Biasanya lontong akan disajikan dengan berbagai makanan berkuah. Seperti halnya opor ayam, sayur lodeh, atau menu makanan berkuah lainnya.

Berikut 3 resep lontong daun pisang yang bisa kamu coba:


1. Lontong Praktis

Bahan:


  • 300 gr beras pulen
  • 500 ml air
  • Daun pisang batu secukupnya
  • Lidi untuk menyemat




Cara membuat:


  • Cuci beras hingga hingga bersih lalu tiriskan
  • Taruh beras dalam panci, kemudian tuangkan air
  • Masak dengan api sedang hingga air terhisap beras
  • Angkat dan dinginkan
  • Kemudian ambil selembar daun pisang
  • Taruh 2-3 sdm beras aronan di salah satu sisinya
  • Gulung hingga rapi lalu semat kedua sisinya dengan lidi
  • Susun dalam wadah pressure cooker
  • Set tombol Rice
  • Setelah 15 menit tombol akan berbunyi 
  • Keluarkan asapnya
  • Angkat lontong dan tiriskan. Siap disajikan dan dinikmati


2. Lontong dengan Cetakan

Bahan:


  • 300 gr beras pulen
  • 500 ml air
  • Daun pisang batu secukupnya
  • Cetakan lontong berbahan stainless


Cara membuat:


  • Cuci beras hingga hingga bersih lalu tiriskan
  • Taruh beras dalam panci, tuangkan air
  • Masak dengan api sedang hingga beras menyerap air
  • Angkat dan dinginkan
  • Ambil selembar daun pisang, ukur panjangnya sesuai dengan cetakan.
  • Gulung dan masukkan ke dalam cetakan lontong
  • Taruh 2-3 sdm beras aronan di salah satu sisinya
  • Tutup cetakan dan rebus sekitar 30 menit hingga matang
  • Dinginkan kemudian keluarkan lontong
  • 3. Resep Lontong Magic Com
  • Bahan:
  • 1/2 gelas beras
  • 4 gelas air



Cara membuat:


  • Cuci beras dan masukkan ke dalam rice cooker. Tuang air dan masak beras
  • Aduk-aduk kurang lebih tiga kali dalam proses memasak
  • Setelah matang dan masih lembut, masukkan nasi ke dalam loyang yang sudah dialasi daun pisang
  • Tekan-tekan dan tunggu dingin, kemudian masukkan ke dalam kulkas
  • Setelah kurang lebih 2-3 jam lontong akan mengeras dan siap dipotong. Jika ingin disajikan hangat bisa dimasukkan ke dalam magic com sebentar selama beberapa menit. 

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==